Tegar setegar batu karang

Posted by LAURA CITA FEBRIANTY on August 28, 2012 in Uncategorized |

Aku telah kehilangan pribadi yang sangat penting dalam hidupku.Seorang Ayah.Kami biasanya memanggilnya dengan sebutan ‘Bapak’…Inilah sekilas perjalanan hidup bapak kami yang terkasih.Bapak lahir di Medan 12 Juni 1958.Beliau lahir sebagai anak kelima dari Sembilan bersaudara.Nama bapakku adalah  Walden Simanjuntak..Bapak adalah anak kesayangan oppung boru dan oppung doli ku.Karena bapak anak yang paling rajin belajar dan pantang menyerah.Terbukti,berkat ketekunan dan  kegigihannya dalam belajar,Bapak diterima di jurusan Teknik Kimia Universitas Diponegoro-Semarang lewat jalur SPMB kala itu.Kurang lebih lima tahun waktu yang dihabiskan bapak untuk menyelesaikan perkuliahannya di Semarang,hingga akhirnya berhasil menyandang gelar insinyur.Selama menjadi mahasiswa,bapak cukup aktif dalam kegiatan pemuda dan aktif menjadi pengajar bimbingan belajar di Semarang.Kecintaan bapak pada dunia pendidikan memang telah tergambar sejak duduk dibangku perkuliahan.Setelah merampungkan studinya di Semarang,bapak hijrah ke Jakarta.Layaknya fresh graduate pada umumnya,bapak mencari pekerjaan di Jakarta.Dari beberapa lamaran kerja yang bapak buat,salah satunya tembus jaya ke PT.Unilever kala itu.Bapak masuk sebagai lima peserta ujian tes masuk kerja di Unilever dengan nilai terbaik.Sayangnya,nasib baik tidak berpihak pada bapak.Bapak gagal tembus pada tes selanjutnya.Akhirnya Bapak diterima bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil biasa di Departemen Perindustrian dan Perdagangan(Deperindag) kala itu dan bertahan hingga akhir hayat bapak.Sambil terus bekerja di Deperindag,bapak terus melanjutkan kecintaannya pada profesinya sebagai seorang pengajar bimbingan belajar.Yaa,bapak adalah pengajar yang sabar,detail dan sangat sistematis dalam mengajar.Pengajar teladan.Mataajar yang bapak kuasai adalah kimia.Yaaa,aku juga termasuk murid ajaran bapak.Berkat bapak nilai kimia ku di SMA selalu baik,diatas rata-rata..Jadi,walaupun aku sekarang kuliah di jurusan ekonomi,aku tetap cinta pada kimia.Bapak malang melintang didunia bimbinghan belajar,darimulai Santa Lusia,GO,pengajar Olimpiade ,dan lain sebagainya..Mengajar adalah hidup bapak.Bapak bercita-cita ingin membuka bimbingan belajar sendiri suatu saat nanti.

Ketika itu,bapak berkantor dan mengajar di Bogor.Disanalah bapak bertemu dengan Jusliani Farida Simamora..yaa,di bogor lah bapak bertemu dengan wanita yang akhirnya kusebut ‘mama’.Bapak dan mama bertemu karena dikenalkan oleh seorang sahabat.Setelah melewati proses pengenalan,akhirnya bapak dan mama berpacaran hingga kurang lebih enam bulan,sampai akhirnya memutuskan untuk menikah.Mama saat itu masih berstatus sebagai mahasiswi tingkat akhir di jurusan Hukum Universitas Pakuan Bogor.Mereka menikah di HKBP Sudirman Medan pada akhir tahun 1989.Setelahnya,bapak dan mama memutuskan untuk kembali ke Jakarta dan berumahtangga secara mandiri disana.Sebab,sejak masih bujangan-pun bapak sudah mempunyai rumah pribadi di kawasan Depok,dari hasil kerjanya selama ini.Jadi,mama dan bapak memutuskan untuk hidup disana.Jauh dari keluarga besar bapak di Medan dan jauh juga dari keluarga besar mama di Bandung.Well,akhirnya mama menamatkan gelar kesarjanaannya.Namun,mama tidak sempat bekerja,sebab setamatnya dari kampus,mama sudah mengandung ku.Fisik mama cukup lemah.Sehingga menurut dokter,tidak mungkin bagi mama untuk hamil dan bekerja sekaligus.Demi aku,mama berkorban untuk tidak bekerja dan memilih untuk hidup sebagai ibu rumahtangga.08 febuari 1992,aku,Laura Cita Febrianty lahir kedunia. Tidak lama berselang,adik laki-laki ku satu-satunya David Lawrence ,lahir kedunia pada 09 maret 1994.Bapak dan mama menjalankan hidup rumahtangga yang harmonis dan mandiri sambil membesarkan kami berdua dalam cinta dan kasih sayang yang penuh.Jadi bagiku pribadi,tidak ada memori khusus bagaimana indahnya memiliki keluarga besar,om,tante,sepupu,bahkan kasih sayang dari oppung,sebab kami hidup mandiri,jauh dari keluarga dan cukup jarang bertemu.Bagiku,bapak dan mama adalah segala-galanya.Bapak bertanggung jawab mencari nafkah dan mama hidup sebagai ibu yang penuh kasih sayang yang merawat kami ,memasak setiap hari dgn masakan yang enak dan mengantar kami ke TK dan SD kala itu.Bapak terus berusaha keras menghidupi kami ,sebagai tulang punggung keluarga.Pasang surut dalam kehidupan,kami lalui bersama.Bapak terus aktif sebagai PNS dan terus aktif mengajar.Hingga akhirnya ,bapak mencoba membuka bimbingan belajar sendiri.Yaa,inilah impian terbesar bapak.Bimbingan belajar milik bapak pun dibuka di kawasan Tanjung Priok dengan nama LSM.Rezeki mengalir cukup deras dari bimbingan belajar bapak ini.Namun,tidak lama berdiri,berbagai halangan dan rintangan menghempas keberadaan bimbel LSM ini,sehingga akhirnya tutup.Bapak ..bukan bapak namanya,kalau mudah menyerah.Bapak-lah figur nyata yang menginspirasiku tentang bagaimana arti pantang menyerah.Bapak adalah pemimpi besar.Tapi,bapak tidak berhenti disana.Bapak juga adalah pekerja keras dan pelaku aksi besar bagi setiap impiannya.Bapak bukan pemimpi di siang bolong,yang hanya mampu bermimpi tapi takut menjadikannya kenyataan.Hanya saja,keberuntungan tetaplah di tangan Tuhan.Sehebat apapun kau mencoba ,tetap saja Tuhan yang Maha Menentukan.Menurutku,bapak hanya kurang beruntung.Gagal dengan LSM ,bapak mencoba peruntungannya didunia industri sabun dan shampoo,mmm juga karbol,sabun pencuci piring dan obat nyamuk.Sebagai insinyur teknik kimia,Bapak memang sudah seharusnya berada di bidang ini.Semua sistem produksi masih dilakukan secara sederhana dan manual.Home made lah.Semuanya..ditangani langsung oleh bapak.Pengepakan,pengemasan dan pemasaran.Beberapa produk bahkan sempat dikirim ke Medan ,lewat bantuan keluarga.Beberapa diantaranya,kami pasarkan di kawasan sekitar.Animo masyarakat cukup baik pada awalnya,namun tidak berlangsung lama.Sulit merebut hati masyarakat Indonesia untuk percaya dan berpaling pada produk baru,apalagi kalau belum punya nama dan belum diiklankan.Progres dari UD.Farida industry dan PT.DLCF milik bapak terus menurun,hingga akhirnya berhenti. Gagal di bidang industry kimia,bapak kembali pada kecintaannya pada mengajar.Puji Tuhan,bapak mendapat kesempatan mengajar pada sekolah pra-olimpiade di Tangerang.Bapak memberikan pengajaran di mata ajar kimia.Selama disana,berkat rezeki dari Tuhan mengalir dengan baik kepada kami.Selain mengajar disana,bapak juga masih aktif mengajar di beberapa bimbel sekaligus.Bapak adalah sosok yang tak kenal lelah.Kalau ada orang yang memiliki kekuatan sekaliber superman,mungkin menurutku bapak-lah orangnya..Bapak itu sosok workaholic stadium akhir deh pokonya…,kalo sudah kerja,bisa lupa sama segalanya.Bapak adalah sosok yang keras,tegas,berpendirian,berkomitmen,mandiri,tegar,kuat,tangguh,tak kenal lelah,tak pernah bersungut-sungut didepan anak-anaknya dan berharga diri tinggi.Bapak adalah sosok yang dapat diibaratkan seperti batu karang.Tegar.Keras.Tangguh.Pantang menyerah.Pantang patah.Berbeda dengan mama yang lebih lembut,periang,penuh kasih,supel dan mudah bergaul,penikmat hidup dan lebih sukacita menjalani hidup.Begitulah bapak,sosok dan karakternya kuat,dominan dan berbeda dibanding kebanyakan orang.Tapi,tahukah kau ketika kehilangan dia,tak akan pernah ada pria seperti dia.Sosoknya sangat kami rindukan,yaa..semuanya.Baik kelebihan dan kekurangannya.Bapak yang hebat.Bertanggung jawab luar biasa.Selalu ingin anak-anaknya maju ,sukses dan berhasil.Dan,sangat bangga memiliki kami.Dewi Fortuna memang tidak mau lama-lama berada di pihak bapak.Kontrak kerja bapak di Sekolah pra-olimpiade itu berakhir.Belum sempat mencapai puncak,namun sudah berakhir.Bapak kembali kerutinitas biasa yang dia miliki.Aku dan adikku tumbuh besar.Kami tampil sebagai kebanggaan keluarga.Puji Tuhan,prestasi akademis kami cemerlang sehingga kami bisa membahagiakan bapak dan mama.Ketika mereka hampir kehilangan harapan,kami menjadi oase segar bagi mereka ,sehingga mereka tahu betul untuk apa mereka bertahan.Begitu banyak harapan besar yang mereka miliki untuk kami.Aku pun berharap demikian.Semoga Tuhan mengizinkan kami menjadi saluran berkat bagi orangtua kami dan sempat banyak berbuat untuk mereka.Aku bahagia setidaknya ,tanpa tahu apa yang akan terjadi di masa depan ,aku dan adikku sudah menjadi anak yang baik dan mampu membahagiakan orangtua kami.Setidaknya,mereka tidak pernah menangis karena kami.Itu yang paling penting buatku.

Semakin kami beranjak SMA,prestasi kami semakin terlihat lebih dibanding teman-teman sebaya kami.Namun,Bapak mulai kesulitan membiayai keperluan sekolah kami.Untuk terakhir kalinya,bapak mencoba membuka bimbingan belajar miliknya di kawasan Tangerang,yaitu bimbel ZENIUS.Karena dirasa terlalu jauh dari tempat tinggal kami di Depok,akan berat rasanya kalau bapak terus-menerus bolak-balik Jakarta-Tangerang dengan menggunakan motor setiap harinya.Akhirnya bapak memutuskan memindahkan bimbel ZENIUS tersebut ke kawasan Depok Timur.Lebih dekat dan lebih mudah dipantau,tentunya.Aku sendiri sudah beberapa kali dating kesana untuk ikut kelas les biologi dan bahas inggris.Untuk mata ajar kimia sendiri,aku dan adikku setiap minggunya mendapat privat gratis dari bapak,sehingga kami dapat menyelesaikan soal kimia dengan cara yang lebih mudah dan lebih sederhana.Tidak rumit.Gedung bimbel bapak sederhana.Lokasinya juga bukan lokasi elit.Perabotan dan peralatan belajarnya juga sederhana.Aku kagum pada bapak.Semangatnya berjuang untuk kami mampu menutupi segala keterbatasan itu.Aku harus berhasil.Berhasil..agar bisa membantu mewujudkan cita-cita bapak untuk membuka bimbel yang besar dan punya banyak siswa.Aku harus…banyak hal yang kubebankan pada diriku sendiri agar bisa aku wujudkan.Tidak ada yang memaksaku untuk itu.Tapi,aku merasa bahwa aku harus melakukannya.Lokasi bimbel ZENIUS ini kurang memadai.Masyarakat sekitar tidak memiliki apresiasi yang tinggi pada pendidikan.Padahal,pengajar yang bapak pekerjakan disana adalah pengajar-pengajar yang cukup kompeten di bidangnya.ZENIUS jalan ditempat.Sulit untuk berkembang.Pada saat itu,aku duduk di bangku kelas 3SMA.Perguruan Tinggi Negeri adalah impian besarku juga impian besar kedua orangtuaku.Aku bersikeras ingin masuk Universitas Indonesia.Singkat cerita,dari serangkaian tes yang harus aku jalani ,akhirnya aku lulus SNMPTN dan diterima di Institut Pertanian Bogor (IPB) ,jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan.Bukan tujuan utama,pada awalnya.Namun,telah menjadi jalan terbaik pilihan Tuhan bagi hidupku.Aku bangga memilikinya.Aku percaya rancangan Tuhan indah pada waktunya bagiku.Walau kesulitan untuk membiayai uang kuliahku pada tahun pertama,namun entah bagaimana caranya,bapak mampu melewatinya.Aku selama ini tidak pernah jauh dari keluarga.Mengingat aku akan kuliah di Bogor,asrama di tahun pertama dan akan kos di tahun-tahun berikutnya,aku sempat khawatir apakah aku mampu menjalani perkuliahan dengan maksimal saat tidak tinggal bersama orangtua lagi.Berat awalnya berpisah.Namun,aku dimampukan Tuhan.Bahkan hingga saat ini.Bapak lah orang yang dengan setia mangantarku ke Bogor setiap senin pagi dan menjemputku setiap jumat sore,seusai perkuliahan dengan menggunakan motor.Bahkan,di minggu-minggu awal aku masuk asrama,bapak selalu datang ke asramaku untuk membuatku yakin bahwa jarak Bogor-Depok tidak jauh.Bahwa tidak ada yang perlu aku khawatirkan.Samasekali.Kalau aku belum siap pulang kerumah,Bapak dengan sabar menungguku di teras kantin asrama.Aku bahkan masih mengingatnya hingga saat ini.Dulu-pun ketika aku jatuh-bangun dalam setiap tes dan ujian mandiri masuk PTN,bapak sangat setia mengantar dan menjemputku ke lokasi ujian.Malam setiap kami pulang dari Bogor ke Depok,bapak selalu banyak bercerita padaku.Dia banggaaaa sekali aku bisa diterima di IPB.Bagiku kuliah di IPB,sangat berarti.IPB adalah jawaban dari doa dan jatuh-bangunku dalam mengejar masa depan.Tidak mudah bagiku mendapatkannya.Bapak selalu bilang,”kau ini gak merantau kau,Cuma pindah tidur aja itu namanya..kalo bapak dulu,dari medan-semarang,baru merantau namanya…”,bapak selalu mengucapkannya hanya untuk meyakinkanku bahwa aku akan mampu mandiri.IP ku di semester pertama  adalah kado terakhir yang bisa kupersembahkna buat bapak.IP ku saat itu 3.53 ..Bapak senang mendengarnya.Awalnya aku khawatir tidak mampu membuktikan diri pada bapak dan mama.Namun ,Tuhan mengizinkan semua terjadi dengan indah.Bapak bilang,”wah,bisa jadi asisten dosen kau nanti…”.Ternyata,apa yang bapak ramalkan terjadi.Sekarang,aku sudah menjadi asisten dosen untuk MK.Ekonomi Umum sejak semester 4 kemarin.Setelah itu,aku terus berjuang untuk terus berprestasi.Mama selalu bilang,”cepat lulus kau ya ra.,ingat bapakmu itu sudah 53 tahun.Dua tahun lagi pensiun.Luluslah tepat waktu ya”,inilah bentuk kekhawatiran mama melihat bapak yang semakin tua dan masih harus banyak bekerja,sebagai tulang punggung keluarga.Bapak selalu pergi pagi – pulang malam setiap harinya.Intensitas bekerjanya tidak berkurang,padahal usianya semakin tua.

 

Kekhawatiran kami akhirnya terbukti.Akhir April 2011,Bapak dilarikan ke RS.Tugu Ibu karena mendadak sesak nafas.Bapak langsung dilarikan ke UGD hingga akhirnya masuk ke ICU.Awalnya,kami kira ini hanya sesak biasa karena terlalu banyak cairan akibat batuk atau flu.Tapi ternyata semua lebih parah dari apa yang kami bayangkan.Bapak terkena Gagal ginjal dan Penyakit Jantung.Gagal ginjal menyebabkan ginjalnya tidak lagi mampu menyaring urine dengan baik sehingga menggenang di paru-parunya dan membuatnya sesak.Saat kejadian,aku masih di Bogor.Mendapat kabar yang demikian,aku segera pulang ke Depok.Peralatan kesehatan di RS Tugu Ibu tidak cukup lengkap,hingga akhirnya bapak dipindahkan ke RS.Harapan Bunda.Disinilah bapak mulai sembuh dari sesaknya,walaupun memang tetap tidak menyelesaikan masalah secara menyeluruh.Air mata terus bercucuran,melihat orang yang kita kasihi begitu menderita dan kesakitan.Karena masalah ASKES,akhirnya bapak kami pindah ke RS.Ciawi.Disana bapak mencapai kondisi terbaiknya.Percaya dan yakin akan segera sembuh,akhirnya bapak dipindahkan ke RSPAD Jakarta Timur untuk ASKES cuci darah.Namun ditempat ini juga bapak terdeteksi menderita pneumonia atau radang paru akibat genangan air di paru-parunya beberapa waktu lalu,bapak juga seorang perokok aktif,sehingga ada kemungkinan pneumonia itu juga disebabkan karena rokok yang selama ini bapak hisap.Kondisi bapak semakin lemah di tempat itu.Bapak minta dipindahkan kembali ke RS.Ciawi.Mungkin bapak berharap,di RS.Ciawi keadaannya akan membaik seperti waktu pertama kali bapak dirawat disana.Kami juga berharap bapak segera sembuh.Awalnya bapak begitu yakin akan cepat pulang kerumah dari RSPAD Jakarta Timur itu,setelah selesai cuci darah.Aku masih ingat sms terakhir bapak,”iya nak ,bapak pasti pulang.Tunggu bapak pulang ya.”.Tapi,nyatanya sampai saat ini bapak tidak pernah pulang kerumah.Tidak pernah.Di RS Ciawi,keadaan bapak memburuk.Didiagnosa,hati bapak juga mulai terganggu.Keadaan kesehatan bapak saat itu sudah komplikasi,karena beberapa organ penting telah terganggu sistem metabolismenya.Bapak makin kurus.Tidak lagi segar.Bekas-bekas suntikan dilengan dan tangan bapak membiru menjadi memar dan entah kenapa tidak bisa hilang.Satu bulan ,aku menyaksikan penderitaan bapak tanpa bisa banyak berbuat.Bapak selalu minta gas oksigen dihidungnya ditingkatkan tekanan nya,padahal tekanan oksigen yang bapak hirup sudah mendekati maksimum.Aku masih berharap dan yakin bahwa bapak akan sembuh.Karena,pada dasarnya kami belum siap dan tak akan pernah siap ditinggalkan bapak,apalagi untuk selama-lamanya.Karena HARUS-lah ,maka kami belajar untuk menerimanya.Senin pagi,23 Mei 2011,aku hendak pulang ke asrama karena masih ada kuliah kalkulus,waktu itu.Aku bersiap dari kamar rawat inap bapak untuk pulang kembali ke asrama.Aku bilang,”Pak,aku pulang dulu ya..”,sambil melambaikan tangan.Bapak-pun mengiyakan tanpa suara sambil melambaikan tangannya dengan wajah yang terlihat lelah .Sangat lelah melawan penyakitnya.Itulah kali terakhir aku melihat Bapak.Sebab takkan pernah lagi ada perjumpaan ku dengannya di dunia setelah lambaian tangan itu.Kecuali dalam mimpi.Aku pulang ke asrama dan aku kuliah seperti biasa.Aku semangat.Harus semangat.Sampai akhirnya,aku mendapat kabar bahwa bapak sudah pergi untuk selamanya.Aku dijemput om ku untuk datang kembali ke RS.Ciawi.Bapak meninggal saat sedang menjalani cuci darah atau hemodialisis.Bapak bahkan masih bisa bersaksi pada semua yang ada didekatnya saat itu,termasuk ibu dan tanteku bahwa bapak melihat Tuhan menjemputnya.Ya.Tuhan telah menjemputnya.Aku tak bisa bayangkan bagaimana dan seperti apa.Kata bapak berputar.Entah apa yang berputar.Mungkin malaikat utusan Tuhan itu.Aku tak tahu.

Tak ada alasan bagiku untuk tidak merelakan dan mengikhlaskan bapak.Tuhan yang telah menjemputnya.Tuhan yang telah menetapkan lahir,jodoh,rezeki dan maut bagi setiap orang.Berhakkah aku melawan kebesaran Tuhan?Tentu tidak.Bapakku adalah milik Allah.Sedang nyawakupun bukan milikku,maka adakah hakku untuk melawan kehendak Allah untuk memuliakan Bapak sehingga bisa naik ke sorga bersama-sama dengan Dia?.Tidak ada.Rencana besar Tuhan dalam keluarga kami telah Ia genapi.Semua,aku percaya dan harus percaya adalah untuk yang terbaik.Aku tak mau lagi melihat bapak sakit.Kalau saja boleh Tuhan izinkan bapak sembuh,aku sangat bahagia.Tapi,kalau tidak bisa sembuh,aku tidak punya pilihan apapun selain membiarkan Tuhan membahagiakan Bapak di Surga.Disisi kanan Allah Bapa di surga.Aku yakin,Tuhan menjagai Bapak di surga,sama seperti Tuhan menjagai aku,mama dan adikku di bumi.Kami baik hidup ataupun mati ada didalam tangan Tuhan.Aku tidak ragu.Jadi,masa depanku dan adikku pun semua telah ada dalam rancangan Tuhan.Hidup kami akan terus berlanjut,sebagaimana apa yang telah Tuhan gariskan,bahkan jauh sebelum kami lahir.Jodoh,Rezeki,dan maut tiap-tiap kami adalah garis rancangan Allah.Kami tunduk dibawah aturan Tuhan.

Satu tahun tiga bulan dari hari itu,saat ini aku hendak memasuki semester 5 tanggal 3 september 2012 nanti.Yaaa,baru saja KRS-an,seperti biasa KRS yang padat merayap.Tapi,Tuhan mudahkan.Gagal mempertahankan minor sih,karena kuota penuh,tapi aku sudah ikhlaskan..Banyak prestasi dan kesempatan yang sudah Tuhan bukakakan bagiku,beasiswa,diterima di Himpro,menang lomba LKTI,diterima jadi asdos ekum,prestasi akademik yang baik,melayani di acara PMK.Banyak sekali…Luar biasa,Tuhan selalu ada.

Adikku?David Lawrence Simanjuntak besok akan menjalani ospek di kampus barunya,Universitas Indonesia jurusan Ilmu Komputer .Adikku diterima lewat jalur SNMPTN Undangan.Bahkan dia mendapat beasiswa penuh sampai lulus dari UI.Bapak di surga pasti sangat bahagia.Aku yakin.Almamater yang tak sempat kumiliki,bisa dimenangkannya.Aku bahagia untuknya.Sungguh.

Mama..hahaha,mama selalu lucu,selalu ceria,selalu riang,selalu rempong nyuruh kami makan dan bangun pagi..Masih sama..Mama tetap sehat,dan selalu disertai Tuhan.Aku tahu.Aku percaya.Terbaik yang kami lakukan ,semua untuk mama..Tuhan tahu itu.

Banyak berkat dibalik setiap peristiwa.Ini baru satu tahun lebih tiga bulan,tapi lihatlah Tuhan berkarya begitu hebat.Tuhan itu baik.Selamanya akan tetap baik.Selama kita berserah dan melibatkan Tuhan dalam setiap peristiwa hidup kita,Tuhan pasti buka jalan.Aku percaya.Untuk kedepannya pun,bagi kami semua Nampak buram.Tapi,kasih dan mukjizat Allah menyempurnakan segalanya.Kami masih berjuang.Masih bergumul.Masih khawatir akan hari depan.Tapi selama penyertaan Allah tetap dalam hidup kita,aku yakin kami akan dimampukan.Bapak pernah bilang,”kata oppung borumu,kalian nanti akan tinggi-tinggi..Cuma bapak takut bapak yang gak kuat…”.Aku dulu tak mengerti maksud bapak,tapi sekarang aku mengerti apa yang dia maksud.Aku bahagia hidup bersama bapak seperti dia.Bapak dan mama adalah karunia terbesar dalam hidupku.Kalau bukan orangtua seperti mereka,mungkin aku tidak jadi aku yang sekarang.Tidak ada sedikitpun penyesalan.Aku bahagia hidup bersama adikku.Bersama mamaku.Bersama bapak….Bapak yang tangguh,yang tekun,yang pantang menyerah,yang bertanggung jawab,yang cinta keluarga,yang tak kenal lelah,yang berharga diri tinggi…Bapak yang luar biasa,Ir. Walden Simanjuntak …..

hello world :)

Posted by LAURA CITA FEBRIANTY on August 27, 2012 in Uncategorized |

okeeey..looooooooong time no see banget sama blog ini..terakhir gue buka ya kurang lebih dua tahun lalu, september 2010 dan itupun ‘terpaksa’ dibuka karena harus ngumpulin tugas ospek.!!Tugas MPKMB ..hahahaha(jadi inget masa lalu).Sekarang ga kerasa banget gue akhirnya sudah mulai akan memasuki perjuangan baru di semester 5.Yaaaa,penyertaan Tuhan yang begitu besar lah yang akhirnya memampukan gue untuk sampai dititik ini..Yaaa,belum sampe titik equilibrium siih,kalo di teori-teori ekonomi,tapi sudah mulai mendekati ke arah sanaa lah,kalau Tuhan mengizinkan,pastinya.Awalnya gue samasekali ga punya ketertarikan memuat tulisan-tulisan gue dan ex.tugas-tugas paper kuliah gue diblog.Ga kepikiran aja..kalo gue sebenernya bisa memberi sedikit sumbangsih kepada bangsa dan tanah air lewat tulisan-tulisan gue di blog..Sumpah baru kepikir semalem buat ngepublish tulisan2 gue beserta paper dr beberapa matakuliah dikampus plus beberapa artikel Lomba Karya Tulis Ilmiah (baik yg gagal maupun sukses) ke blog..Lupaa banget kalo ilmu itu akan semakin bermakna kalo kita share ke banyak orang..Walaupun sebenernya ilmunya juga belum banyak-banyak banget jugaa.,hehehe.Harapannya sih semoga bisa jadi referensi tambahan yang berguna buat semua viewers blog guee(berasa bakal banyak yang baca apa yaa?!! hahahaha)…Iya iya,sebagai mahasiswa gue baru sadar banget dr amnesia akut gue kalo kita punya tanggungjawab moril untuk berbagi ilmu dan sudut pandang kita sebagai kaum cendekia muda, buat menuangkan pemikiran kita dalam sebuah tulisan..Karena ilmu yang kita miliki,sebanyak apapun itu,gak akan bisa dibagi ke orang lain kalau tidak kita tuliskan..

I’m in love with writing,anyway..

sustainable ,i hope..haha:*

BELAJAR DARI KOREA SELATAN:PENGARUH PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN INDUSTRIALISASI TERHADAP KEMAJUAN KOREA SELATAN

Posted by LAURA CITA FEBRIANTY on August 27, 2012 in Uncategorized |

PENDAHULUAN

 

Latar Belakang

Dari segi usia pra dan pasca kemerdekaan, Indonesia tidak jauh berbeda dengan Korea Selatan.  Indonesia dan Korea Selatan sama-sama menjadi negara miskin setelah lama dijajah. Namun, ada satu hal yang sangat mencolok antara Indonesia dan Korea Selatan pada sekarang ini. Indonesia sangat kaya dengan sumber daya alam dan tanah yang subur dibandingkan dengan  Korea Selatan yang kekurangan dengan sumber daya alamnya, ternyata dalam beberapa dekade kemudian justru Indonesia tertinggal jauh dibanding Korea.

Awalnya Korea Selatan adalah negara pertanian tradisional yang  miskin,lalu kemudian Korea Selatan bangkit menjadi negara industri modern  yang disegani dunia. Diawal-awal pemulihan, Korea Selatan harus bergantung pada hutang luar negeri hanya untuk bertahan, bukan berkembang. Begitu lemahnya perekonomian Korea sehingga  AS memutuskan untuk mengurangi bantuan karena menganggap Korea Selatan tidak akan pernah bisa tumbuh. Dalam beberapa dekade kemudian, Korea Selatan mencetak prestasi yang sangat luar biasa sekaligus menjungkirkan semua pandangan rendah terhadap bangsa Korea.

Indonesia yang merdeka pada tahun yang sama dengan Korea Selatan, memiliki kelimpahan dalam sumber daya dan hasil alamnya, ternyata tertinggal sangat jauh 4 dekade kemudian. Selama kurun 1960-1990, Korea Selatan termasuk salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat. Dan hingga saat ini, Korea Selatan telah mengalahkan banyak negara dunia termasuk Eropa. Koea Selatan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi ke-15 terbesar dunia dan keempat di Asia setelah Jepang, China dan India. Korea Selatan menjadi salah satu negara eksportir barang manufaktur berteknologi tinggi utama, mulai dari elektronik, mobil/bus, kapal, mesin-mesin, petrokimia hingga robotik.

Pertumbuhan ekonomi di Korea Selatan tidak lepas dari dukungan kebijakan Pembangunan Sumber Daya Manusia yang dilakukan oleh pemerintah Korea Selatan. Hayami (2001) mengatakan bahwa pengembangan pengetahuan melalui investasi di bidang pendidikan merupakan prasyarat bagi pertumbuhan produktivitas negara. Industrialisasi yang bertumbuh pesat tidak hanya didukung oleh faktor teknologi, tetapi juga kualitas pekerjanya. Hal ini terbukti dengan sektor industri di Korea Selatan saat ini menyerap lebih banyak pekerja dibandingkan sektor pertanian.       

Tujuan Penulisan

Karya tulis ini dibuat untuk membuka paradigma baru bagi pemikiran para pembaca mengenai betapa pentingnya pembangunan sumber daya manusia dan bagaimana pembangunan sumber daya manusia tadi dapat berdampak pada industrialisasi suatu Negara, hingga akhirnya dapat menggerakkan pertumbuhan negara tersebut dalam waktu yang relatif singkat, seperti apa yang dialami secara nyata oleh Korea Selatan. Lewat karya tulis ini, kami ingin agar bangsa Indonesia bisa belajar dari pengalaman kemajuan Korea Selatan dan mengimplikasikannya dalam usaha-usaha pembangunan Indonesia.

Manfaat Penulisan

            Pemaparan dan gagasan yang diberikan dalam karya tulis ini diharapkan dapat memberi alternatif referensi usaha-usaha yang dapat dilakukan Pemerintah untuk memajukan Indonesia, serta dapat menggerakkan Pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat untuk bersedia bergerak bersama dan melakukan langkah-langkah konkret baik dari sisi kebijakan pendidikan maupun industri agar benar – benar dapat merealisasikan kemajuan pembangunan Indonesia kearah yang lebih baik.

 

 

GAGASAN

 

Perekonomian Korea Selatan sejak tahun 1960-an telah mencatat rekor perkembangan yang luar biasa. Perkembangan ini terutama ditentukan lewat integrasi negara ini kepada perekonomian dunia yang modern dan berteknologi tinggi. Saat ini pendapatan perkapita Korea Selatan telah setara dengan pendapatan negara-negara Uni Eropa.Korea Selatan dengan jumlah penduduk diatas 48 juta jiwa (Worldbank, 2010) memiliki Pendapatan Nasional sebesar $1,014,483,158,314 . Indonesia yang memiliki penduduk diatas 240 juta jiwa memiliki Pendapatan Nasional dibawah Korea Selatan yaitu sebesar $706,558,240,892. Dengan pendapatan per kapita sebesar $25,493 (PPP), Korea Selatan termasuk dalam tingkat pendapatan tinggi. Dari gambar 1, grafik menunjukkan tingkat pertumbuhan GDP Indonesia dan Korea Selatan sama-sama mengalami fluktuasi. Kedua negara sama-sama mengalami penurunan pertumbuhan GDP pada tahun 1988, dimana saat itu Krisis Finansial Asia 1997 membuka kelemahan dari model pengembangan Korea Selatan, termasuk rasio utang/persamaan yang besar, pinjaman luar yang besar, dan sektor finansial yang tidak disiplin.

Gambar 1. Tingkat pertumbuhan GDP Korea Selatan dan Indonesia

                                  

Gambar 2. Tingkat pertumbuhan penduduk Korea Selatan dan Indonesia

 

            Tingkat pertumbuhan penduduk di Korea Selatan yang digambarkan pada ganbar 2, semakin lama pertumbuhannya semakin menurun. Pada tahun 2010, Korea Selatan mencapai tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 0,3% yang posisinya berada jauh dibawah Indonesia. Seperti yang kita ketahui bahwa tingkat pertumbuhan penduduk merupakan indikator pembangunan ekonomi. Tingkat penduduk yang tinggi, jika tidak didukung dengan penyediaan pelayanan pendidikan yang baik, membuat pendistribusian pendidikan tidak merata. Subsidi pemerintah tidak akan cukup untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan untuk semua tingkat pendidikan. Akibatnya, banyak warga yang tidak mampu untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi sehingga kualitas tenaga kerja rendah. Penawaran tenaga kerja yang banyak tidak diimbangi dengan penyerapan tenaga kerja yang memadai sehingga angka pengangguran.

 

Pembangunan Sumber Daya Manusia di Korea Selatan

 

Tabel 1. Angkatan Kerja Berdasarkan Tingkat Pendidikan Penduduk  Korea Selatan

Indicator

2007

2006

2005

2004

Labor force with primary education (% of total)

23

23.7999992

24.5

25.2000008

Labor force with secondary education (% of total)

42

42.5

43.2000008

43.5999985

Labor force with tertiary education (% of total)

35

33.7000008

32.2999992

31.2000008

(Sumber : databank.worldbank.org)

Seperti di negara-negara lain, pendidikan di Korea Selatan terbagi atas beberapa jenjang. Pendidikan primer (primary education) diwajibkan untuk warga Korea Selatan yang berusia 6-14 tahun. Proses pendidikan dilaksanakan di Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar. Dari tabel 1.1 , pekerja yang pendidikan tertingginya ditempuh di Sekolah Dasar sebesar 23% dari total angkatan kerja pada tahun 2004. Pendidikan sekunder (secondary education) di Korea Selatan dilaksanakan pada tingkat sekolah menengah dan sekolah atas. Pada jenjang ini, para murid mendapatkan beberapa pendidikan tambahan seperti kursus-kursus tertentu. Jumlah tenaga kerja yang diserap dari para lulusan Sekolah Atas dan Sekolah Menengah adalah 42% dari total pekerja. Pendidikan tersier (tertiary education) di Korea Selatan dilaksanakan pada perkuliahan di perguruan tinggi. Lapangan pekerjaan menyerap 35% pekerja dari lulusan Perguruan Tinggi di Korea Selatan.

Hal yang menarik dari Tabel 1.1 yaitu angka penyerapan tenaga kerja paling tinggi adalah dari lulusan pendidikan sekunder. Korea Selatan yang dikenal sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama dunia dan tercatat sebagai pengekspor terbesar keenam, ternyata mempekerjakan banyak pekerja dari sekolah-sekolah menengah terutama Sekolah Menengah Kejuruan. Pemerintah menyadari bahwa Sekolah Kejuruan tidak bisa dipandang sebelah mata untuk menghasilkan kualitas terhadap calon tenaga kerja. Perhatian khusus dan pemberian bantuan diberikan kepada Sekolah Kejuruan sehingga para lulusannya memiliki kualitas yang baik untuk bekerja. Industri-industri yang berbasis di bidang teknologi dan otomotif di Korea Selatan pun banyak menyerap tenaga kerja dari lulusan Sekolah Kejuruan. Berbeda dengan Indonesia yang sebagian lulusan Sekolah Kejuruannya hanya memiliki kualitas seadanya sehingga tidak mampu bersaing kuat dengan calon pekerja lainnya.

 

Industrialisasi Korea Selatan

 

Bagaimana Industrialisasi di Korea Selatan dimulai? Pada awalnya Korea Selatan masih berorientasi sebagai negara peniru teknologi negara-negara maju. Industrialisasi berbasis teknologi dalam negeri Korea Selatan dimulai sejak awal periode 1960-an bermula dari industri pengolahan biji besi, tungsten dan bahan baku sutra yang tidak memiliki nilai tambah tinggi. Namun sejak 1970-an mulai berkembang sektor-sektor industri baru yang berorientasi ekspor seperti tekstil, petrokimia, garmen, dan kayu lapis. Dalam dua dekade awal industrialisasi ini, para industriawan Korea belum menaruh perhatian pada kegiatan pengembangan teknologi baru. Upaya mereka lebih berfokus pada upaya mengejar ketertinggalan teknologi melalui proses  imitasi dan adaptasi (reversed engineering).Periode kedua industrialisasi pada 1980-1990an merupakan periode yang menentukan, dimana akumulasi modal dan tingkat penguasaan teknologi telah memungkinkan bagi penyerapan dan pengembangan teknologi yang lebih tinggi. Industri petrokimia, perkapalan, otomotif dan konstruksi menjadi penggerak utama perekonomian nasional. Dalam periode inilah pemerintah Korea secara intensif mendorong peran universitas riset sebagai salah satu faktor kunci pembangunan ekonominya. Pasca krisis keuangan 1997-1999, sektor-sektor industri berteknologi tinggi pun mulai mendominasi perekonomian negara ini. Saat ini Korea terus meningkatkan daya saingnya dalam memasuki era perekonomian berbasis pengetahuan (knowledge based economy).

Keberhasilan era knowledge based economy Korea Selatan mulai ditunjukkan dengan bergerak majunya sektor industri berat Korea Selatan secara besar-besaran dalam berbagai jenis industri. Perusahaan Minyak Korea mulai berdiri tahun 1964, kemudian diikuti dengan pembangunan industri petrokimia terpadu tahun 1966 yang memiliki multiplier effect sangat luas. Dalam tahun 1980, berdiri pula Perusahaan minyak Korea-Iran, Ssangyong Oil Refinery. Produksi minyak meningkat dari 4,8 juta barrel tahun 1964 menjadi 257,5 juta barrel tahun 1985.Pembangunan industri petrokimia diikuti pula dengan pengembangan industri permesinan. Sejak itu, pola produksi bergeser dari produksi mesin-mesin pertanian seperti, Power Tillers, Traktor, Pompa air ke industri mesin berat. Tahun 1980 Korea Selatan sudah menjadi 10 besar dunia sebagai produser barang-barang elektronik, nilai ekspornya mencapai 4,2 triliun dolar Amerika pada tahun 1985.Dengan penyelesaian pabrik besi dan baja terpadu tahun 1973, Industri berat korsel juga melangkah maju, bahkan dewasa ini termasuk 14 besar produsen baja mentah di dunia. Maka kemudian tidak heran bilamana perusahaan motor Hyundai yang telah berdiri sejak tahun 1968, banting stir dari pabrik asembling menjadi pabrik pembuatan mobil.

 

Keterkaitan pembangunan Sumber Daya Manusia dengan Industrialisasi Korea Selatan

Pada studi kasus tentang Korea Selatan,keterkaitan pembangunan sumberdaya manusia dan pembangunan industrinya direalisasikan dalam wacana knowledge based economy. Era knowledge based economy terealisasikan saat Korea Selatan mampu mengintegrasikan dengan baik potensi Perguruan Tinggi dengan industri. Berdasarkan hasil survey tahun 2005, negara-negara industri maju yang tergabung dalam OECD rata-rata mengalokasikan dukungan sebesar 78,1% dari total anggaran riset perguruan tinggi. Negara-negara industri maju melihat dengan jelas peran perguruan tinggi dalam membentuk massa kritis (critical mass) yang dibutuhkan bagi penemuan dan inovasi industrial (Weber dan Duderstadt, Ed. 2004).Dengan demikian peran universitas riset sebenarnya memiliki aspek yang penting bagi pembangunan di negara-negara maju .Sejalan dengan evaluasi ini pemerintah Korea Selatan menyediakan berbagai program insentif bagi kegiatan R&D dan pengembangan SDM universitas. Selain itu, melalui Korea Science and Engineering Foundation (KOSEF) dan Korea Research Foundation (KRF) berbagai kerjasama riset universitas-industri memperoleh dukungan. Beberapa infrastruktur klaster riset dan industri dibangun dalam bentuk Science Park Development Program, Techno Park Building Program dan Industrial Complex Innovation Cluster Program. Demikian pula pembangunan institusi riset publik maupun universitas berbasis riset, seperti KAIST (Korea Advanced Institute of Science and Technology).Tidak hanya itu, Korsel  juga mencanangkan program riset dan pengembangan ala Korea Selatan yang disebut “Indigious R&D for Technological Competitiveness”. Program ini mulai aktif semenjak tahun 1980 disaat pertumbuhan industri Korea Selatan semakin pesat dan kompleks. Negara-negara maju yang sebelumnya adalah rekan bisnis mulai memandang Korea Selatan sebagai pesaing kuat..

Solusi yang Pernah Ditawarkan

Dalam upaya peningkatan pertumbuhan dan pembangunan perekonomian di Negara Indonesia,sebenarnya telah banyak langkah-langkah yang telah ditempuh pemerintah.Hanya saja memang belum terintegrasi secara baik.Dalam rangka meningkatkan kualitas SDM ,pemerintah telah melakukan program Keluarga Berencana (KB) sebagai upaya antisipasi peledakan pertumbuhan penduduk.Namun,sayangnya seusai era orde baru,program Keluarga Berencana (KB) ini kehilangan gaungnya.Pemerintah juga telah berusaha meningkatkan standar pendidikan dasar minimal 9 tahun,dengan pemberian subsidi pendidikan dasar dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama dengan program dana BOS(Biaya Operasional Sekolah) untuk segenap sekolah dasar dan SMP negeri di Indonesia.Pemerintah juga terus meningkatkan anggaran dana bagi pendidikan dengan pemberian beasiswa kepada seluruh anak didik yang berprestasi dan kurang mampu dari jenjang SD hingga ke perguruan tinggi.Namun,kebijakan pemerintah tersebut hanya mampu berdampak efektif bagi sebagian kalangan masyarakat saja.Misalnya saja,dana BOS bagi SD dan SMP tidak termasuk memperhitungkan biaya lain-lain seperti baju sekolah dan uang buku.Bagi masyarakat yang sangat tidak mampu nyatanya dana BOS tidak memberi efek yang signifikan bagi pendidikan anak-anak mereka.

Bila dianalisis dari sektor industrialisasi,Indonesia jelas memang masih tertinggal jauh.Sektor primary Indonesia masih jauh lebih mendominasi ketimbang sektor industri kita.Ketiadaan alat berat dan kemampuan memproduksi produk-produk secondary apalagi produk-produk berteknologi tinggi di  Indonesia memang masih jauh tertinggal,dan sampai saat ini belum ada langkah-langkah signifikan dari Pemerintah untuk mengubah sistem industri di Negara ini.

Lalu ,bagaimana dengan integrasi antara pendidikan(perguruan tinggi) dengan industrialisasi?Inilah salah satu hal penting dan mendasar bagi kemajuan industrialisasi di Indonesia yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan pertumbuhan perekonomian secara agregat ,yang luput dari perhatian Pemerintah Indonesia.

Gagasan Baru yang Ditawarkan    

  • Kemitraan Perguruan Tinggi-Industri

Terdapat dua pendekatan strategis yang dapat diaplikasikan,yaitu pendekatan promotif dan pendekatan mutualisme-pasar. Pendekatan promotif pemerintah perlu dilakukan dalam berbagai bentuk mekanisme insentif dan alokasi anggaran yang mendorong integrasi pengembangan universitas riset terhadap kebijakan industri nasional. Alokasi anggaran pendidikan nasional sebesar 20% total belanja negara atau yang setara dengan 4% PDB kiranya dapat digunakan secara efektif untuk mewujudkan harapan-harapan tersebut.Pendekatan yang kedua, melalui pendekatan mutualisme-pasar, dalam arti semua pihak yang terkait memperoleh manfaat ekonomis dari kerjasama ini. Melalui kerangka kemitraan ini diharapkan universitas akan belajar untuk memahami kebutuhan-kebutuhan riil dunia industri, dan seiring dengan meningkatnya kapasitas dan produktivitasnya sebagai institusi riset maka universitas akan dapat melakukan negosiasi dan kerjasama mutualis dengan pihak industri. Hal ini secara langsung akan memberi dampak bagi produktivitas industri nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap insentif pemerintah.

  • Restrukturisasi Industri

Berikut adalah kelemahan-kelemahan integrasi internal Industri di Indonesia (Tulus Tambunan,2001)

1.Kelemahan Struktural

a.Basis Ekspor dan Pasar yang sempit

b.Ketergantungan impor yang sangat tinggi

c.Tidak adanya industri berteknologi menengah

d.Konsentrasi Regional

2.Kelemahan Organisasi

a.Industri Kecil Menengah masih Underdeveloped

b.Konsentrasi pasar pada sektor manufaktur.

c.Lemahnya kapasitas menyerap dan mengembangkan teknologi

d.Lemahnya kualitas SDM

Perlahan namun pasti,Indonesia harus mampu keluar dari kendala-kendala tersebut.Insentif pemerintah dalam membuka informasi tentang dunia industri dan ekspor-impor kepada masyarakatnya serta mampu menginsentif dan memberdayakan industri kecil dan menengah adalah hal-hal yang harus ditangani secara serius oleh pemerintah.

  • Penurunan Impor Teknologi maju-Insentif penciptaan teknologi baru

Indonesia dengan pembangunan sektor pendidikan,pendidikan tinggi,universitas riset serta kemitraan antara perguruan tinggi dengan industri harus mampu membuktikan bahwa Indonesia juga mampu menciptakan teknologi baru yang tak kalah saing dengan teknologi Negara-negara maju yang notabene dihasilkan secara independen oleh kekuatan dan keahlian anak negeri.Karena ketergantungan impor teknologi dari Negara-negara maju secara terus menerus hanya akan membuat defisit neraca perdagangan semakin besar dan tidak mampu mendongkrak ekspor Indonesia ke dunia internasional,sehingga secara umum tidak dapat memberi arti yang signifikan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

  • Budaya Kerja Keras dan Etos Kerja yang Tinggi

Keberhasilan Korsel jelas didukung budaya kerja keras dan etos kerja yang tinggi. Orang Korsel dikenal sebagai pekerja keras, dengan jam kerja jauh lebih panjang dibandingkan negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) lain.Serta kemampuan masyarakatnya, untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi dan tantangan baru.Mentalitas seperti inilah yang seharusnya dipupuk pada generasi muda Indonesia.Sebab tidak akan ada perubahan kalau bukan kita yang memulainya.Maka sudah saatnya generasi muda Indonesia berubah,siap bekerja keras,mampu beradaptasi,prestatif dan mampu mempergunakan waktunya sebaik mungkin untuk kegiatan-kegiatan berkualitas demi menciptakan perubahan bagi Negara kita kearah yang lebih baik.

  • Bangga dan Cinta produk dalam negeri

Sampai detik ini Indonesia masih mengimpor mobil dari luar negeri.Indonesia belum mampu memproduksi mobil secara mandiri.Bahkan orang Indonesia justru lebih bangga menggunakan produk-produk luar negeri ketimbang produk dalam negerinya.Orang Indonesia lebih bangga menggunakan Blackberry buatan Canada yang lebih canggih dan lengkap fiturnya daripada Mito buatan Indonesia yang sederhana dan terbatas fitur-fiturnya.Orang Indonesia juga lebih merasa bergengsi bila mengkonsumsi apel Red Washington yang besar,manis dan menarik tampilannya ketimbang apel malang yang relatif kecil,dan tidak terlalu menarik tampilan luarnya..Mengapa konsumen lebih memilih produk asing?Karena produk Indonesia tidak mampu mengimbangi selera dan kebutuhan mereka.Artinya produsen kita belum mampu menciptakan teknologi terbaik untuk menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi.Sementara sisi konsumen juga harus belajar menekan ego dan gengsi masing-masing sehingga tetap memprioritaskan pilihan produk mereka pada produk dalam negeri ,terlepas dari baik atau buruknya produk tersebut.Sebab produk dalam negeri akan selamanya terpuruk bila konsumen dalam negerinya secara tidak langsung, tidak memberi kesempatan bagi produsen dalam negerinya untuk tumbuh,dengan tidak membeli produk-produk dalam negeri.

  • Pertanian=Miskin,Industri=Kaya?- Industrialisasi produk pertanian

Kekayaan Sumber Daya Alam adalah anugerah terbesar bagi bangsa ini. Berbeda halnya dengan Korea Selatan, jangan sampai Indonesia mengurangi proporsi ketergantungan perekonomiannnya terhadap sektor pertanian. Yang dapat dilakukan Indonesia adalah meningkatkan teknologi produksinya dalam industrialisasi produk pangan sehingga produk primer pertanian tadi dapat diolah dengan baik sehingga memiliki nilai tambah yang lebih besar untuk kemudian diekspor. Selama ini Indonesia hanya mengekspor produk mentah seperti kakao mentah, CPO mentah tanpa pengolahan lebih lanjut,sehingga nilai ekonomisnya pun rendah.Apabila Indonesia yang kaya akan SDA mampu memproduksi produk olahan secara mandiri tanpa bergantung dari impor bahan baku ke luar negeri,maka ini dapat menjadi kekuatan ekonomi baru Indonesia.Pemanfaatan kelebihan suatu Negara akan menghasilkan kekuatan ekonomi yang besar bagi Negara tersebut.Itulah mengapa kita butuh industrialisasi dan SDM yang terdidik dan terlatih untuk melakukan itu semua.Korea Selatan boleh berbangga dengan industri otomotif,alat berat,dan alat elektronik mereka yang canggih.Indonesia pun harus mampu membuktikan bahwa suatu saat nanti Indonesia akan mampu menciptakan industri produk sekunder coklat,minyak kelapa sawit dan industri sekunder bidang pertanian lain yang dapat menjadi kekuatan ekonomi baru bagi Indonesia.

Pihak-pihak yang dapat mengimplementasikan gagasan

Gagasan ini dapat terwujud melalui partisipasi aktif pihak-pihak sebagai berikut :

                                                                                                 

Tabel 2. Identifikasi pelaksana, sumber dana dan program Kemitraan Industri-Perguruan Tinggi Dalam Usaha Peningkatan Pembangunan Ekonomi

Pelaksana

Sumber dana

Program yang diterapkan

Pemerintah

Alokasi dana APBN dan APBD pemerintah

Membuka kesempatan untuk mengintegrasikan kemitraan perguruan tinggi dan industri besar di tanah air

Dinas Pendidikan Menengah dan tinggi

Alokasi dana APBN dan APBD pemerintah

Meningkatkan anggaran dana bagi pendidikan secara umum dan menggiatkan kreatifitas ilmiah para mahasiswa Perguruan Tinggi dan siswa-siswi sekolah kejuruan dengan ajang-ajang prestatif di bidang industri,lalu menanamkan budaya etos kerja keras dan cinta produk dalam negeri sejak dini

Industri besar

Dana intern perusahaan dalam bidang Research and Development (RD)  dan Corporate Social Responsibility(CSR)

Pelatihan dasar kinerja industri bagi para mahasiswa sekaligus membuka kesempatan beasiswa dan perekrutan kerja bagi mahasiswa berprestasi.

Perguruan Tinggi dan Sekolah kejuruan

APBN

Meningkatkan skill para mahasiswa agar siap terjun langsung ke dunia industri dengan  hasil  yang  maksimal

Kementrian Perindustrian dan Perdagangan

APBN

Merestrukturisasi kebijakan kebijakan terkait pembangunan industri besar ,menengah dan kecil di Indonesia ,terutama menginsentif agar industri tersebut memberi perhatian khusus pada pengolahan produk pertanian Indonesia.

 

Kementrian Perdagangan

APBN

Membatasi impor alat alat mekanisasi dari negara maju

 

Dinas Pertanian

APBN

Meningkatkan kemajuan industrialisasi pertanian

 

(Sumber : berbagai sumber dan analisis, 2012)

 

Langkah-langkah strategis implementasi gagasan

 

Gagasan peningkatan kemitraan industri-perguruan tinggi dalam usaha peningkatan pembangunan perekonomian ini, dapat diimplementaskan dengan baik apabila didukung oleh hal-hal strategis sebagai berikut :

 

  1. Adanya usaha peningkatan SDM yang nyata baik dalam segi kuantitas(penggalakkan program Keluarga Berencana), maupun      kualitasnya(program peningkatan mutu pendidikan,bantuan subsidi pendidikan ,dan dana beasiswa),dengan didukung kebijakan-kebijakan dan UU relevan yang terkait.
  2. Restru kturisasi kebijakan industri di Indonesia berdasar pada kelemahan-kelemahan yang dimiliki industri di Indonesia,terutama dalam hal industrialisasi produk pertanian dalam negeri,baik dalam hal teknis maupun dalam hal amandemen UU tentang industri.
  3. Pengintegrasian antara perguruan tinggi,sekolah kejuruan ,dan industri besar di tanah air ,guna meningkatkan kinerja industri dalam negeri dan membuka lapangan pekerjaan bagi mahasiswa dan mahasiswi ,sehingga berdampak pada penurunan angka pengangguran.
  4. Penurunan tingkat impor atau ketergantungan Indonesia terhadap produk-produk dari luar negeri.
  5. Menanamkan rasa cinta tanah air,bangga pada produk dalam negeri dan menanamkan etos kerja keras sejak dini pada generasi penerus bangsa.

 

KESIMPULAN

Inti Gagasan

Gagasan yang bisa diambil Indonesia melalui pembelajaran dari pembangunan Korea Selatan adalah adanya program kemitraan antara perusahaan dan universitas, restrukturisasi industri, dukungan insentif penciptaan teknologi baru, dan industrialisasi teknologi pertanian. Bagi masyarakat Indonesia sendiri, rasa cinta dan bangga dengan produk dalam negeri serta budaya kerja keras harus ditingkatkan untuk mendukung kemajuan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi bangsa.

Kendala – Kendala yang dihadapi UKM di Indonesia dari berbagai aspek

Posted by LAURA CITA FEBRIANTY on August 27, 2012 in akademik |

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tidak pernah lepas dari berbagai kendala,karena memang UKM dibentuk atas berbagai keterbatasan ,misalnya keterbatasan modal dan teknologi.Padahal kita tahu bahwa bagi Negara berkembang seperti Indonesia , yang sektor informalnya masih dominan ,maka keberadaan UKM  justru banyak dibutuhkan kontribusinya dalam pertumbuhan perekonomian secara agregat.Hal inilah yang menjadi tantangan bagi UKM untuk tetap mampu mempertahankan eksistensinya dan mampu berkembang,bahkan mampu menembus pasar internasional di tengah- tengah keterbatasan dan berbagai kendala yang ada.Berikut adalah beberapa kendala dan contoh dari masing-masing kendala yang dihadapi UKM tersebut dari berbagai aspek yaitu aspek teknologi,birokrasi,dan infrastruktur.

 

1.Teknologi

Salah satu kendala utama yang dihadapi Usaha Kecil Menengah adalah kurangnya alih teknologi dan minimnya sumber daya manusia yang berkualitas.Memang tak dapat dipungkiri bahwa keterbelakangan teknologi pada Usaha Kecil Menengah salah satunya disebabkan oleh rendahnya akumulasi modal di Indonesia ,yang sebenarnya mampu mendukung berkembangnya UKM di Indonesia.Kebijakan-kebijakan Pemerintah juga dinilai kurang mampu mendukung dan membuka jalan bagi UKM-UKM di Indonesia untuk mendapat akses ke pasar modal.Hal ini jelas membuat UKM sulit berinovasi ,mengingat adanya keterbatasan modal.Belum lagi,ketersediaan sumberdaya manusia yang berkualitas masih sangat kurang .Sektor informal adalah sektor yang cukup dominan di Negara berkembang.Sektor ini menjadi dominan di Negara berkembang,karena mampu menyerap banyak tenaga kerja yang tidak terdidik.Artinya,sebagian besar SDM di Negara-negara berkembang adalah sumber daya manusia yang kurang terdidik dan terlatih.Kita tentu tidak dapat berharap banyak mengenai inovasi dan pengembangan teknologi ,dari sumber daya manusia seperti ini.

Sebagai contoh,usaha kecil yang bergerak di bidang kuliner keripik talas di Bogor,misalnya.Wilayah pemasarannya memang terbilang belum luas,namun sudah mulai mampu merambah kota Bogor.Proses pembuatan keripik talas ini masih menggunakan teknologi dan cara yang sederhana.Masih banyak menggunakan keterampilan tangan para pekerja dan penggunaan pisau-pisau yang sederhana.Apabila dilakukan pendampingan pada UKM ini,sehingga dalam proses produksinya ,UKM ini dapat menggunakan alat-alat potong yang lebih canggih,atau penggunaan kompor yang memiliki panas yang baik dan merata,maka dapat dibayangkan produktivitas UKM ini dalam menghasilkan keripik talas juga pasti akan meningkat pesat.Peningkatan produktivitas tentu saja mampu meningkatkan jumlah output yang diproduksi,sehingga berdampak pada kenaikan income UKM tersebut.Sebagai contoh lain,dalam hal pemilikan SDM yang berkualitas,dapat dilihat pada kasus Kelompok petani kopi binaan Pemerintah Bali, Subak Abian Tri Guna Karya Kintamani, Bangli .Ketua Kelompok petani kopi Subak Abian Tri Guna Karya I Ketut Jati mengatakan banyak kendala untuk pengembangan bisnis usaha kecil menengah. “Terutama pada saat pengembangan penjualan ke luar negeri,”.Lanjutnya, “ Saat ini  kelompok kami masih mengadakan pengiriman kopi dengan perusahaan yang berbasis Korea,dan sampai saat ini kami masih menggantungkan bantuan dari salah satu unit usaha dagang di Surabaya,karena sumber daya manusia kami belum mampu untuk mengurus izin dan persyaratan ekspor.”.Keterbatasan kemampuan SDM Kelompok petani kopi Subak Abian Tri Guna Karya dalam mengurus izin dan persyaratan ekspor,akhirnya menjadi hambatan bagi kemajuan dan pengembangan kelompok tani tersebut. Artinya,kemampuan dan keahlian dari  SDM  pada UKM  memegang andil besar dalam kemajuan UKM tersebut.

Inovasi teknologi tidak akan terealisasi bila tidak ada SDM handal yang mampu merealisasikannya.Sebaliknya,teknologi yang canggih juga tidak akan dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh SDM yang tidak memiliki kemampuan untuk mendayagunakan teknologi tersebut.

 

2.Birokrasi

Salah satu kekurangan Negara berkembang yang menjadikannya semakin sulit untuk berkembang adalah birokrasi yang berbelit-belit.UKM yang notabene masih merupakan usaha dengan kestabilan dan kekuatan yang relatif lemah ,akan semakin sulit untuk berkembang dibawah proses birokrasi yang berbelit-belit ini. Anggota Komite Ekonomi Nasional Sandiaga S. Uno mengatakan persoalan utama yang dihadapi usaha kecil menengah dan pengusaha pemula berkaitan dengan birokrasi perizinan yang masih berbelit-belit dan lama yang prosesnya bisa mencapai 3-5 bulan yang membuat mayoritas usaha kecil memilih bergerak di sektor informal.“Birokrasi yang berbelit dan lama masih menjadi persoalan utama yang dihadapi usaha kecil sehingga banyak memilih bergerak di sektor informal, dan bagi pengusaha pemula justru bisa menimbulkan demotivasi karena optimisme berwirausaha bisa luntur akibat perizinan yang rumit itu,”,papar beliau.Sandiaga menyatakan untuk pengembangan UKM dan kewirausahaannya harus dimotori oleh pemerintah dengan mempermudah perizinan usaha di seluruh daerah agar seluruh usaha kecil menengah itu bisa dirangkul di sektor formal.Hal itu, katanya, merupakan langkah awal bagi UKM untuk dapat mengembangkan usahanya lebih baik dan dapat mengoptimalkan potensi bisnisnya serta peluang untuk mengakses pembiayaan dari perbankan juga semakin besar.

Sebagai contoh ,kita ambil studi kasus UKM Kerajinan Tangan berbahan dasar pecahan kulit telur di Jakarta.Karya seni bernilai tinggi yang dihasilkan dari pecahan kulit telur tersebut dapat menjadi komoditi dengan nilai ekonomis tinggi.Untuk pengembangan usahanya,UKM tersebut berusaha mencari pinjaman modal ke Bank Pemerintah.Namun,karena proses birokrasi dan perizinan pinjaman modal yang harus ditempuh terlalu dipersulit pihak Perbankan dengan segenap persyaratan-persyaratan tertulis dan non tertulis ,maka akhirnya UKM Handicraft  ini memilih untuk meredam niat untuk mengembangkan usahanya dan sebagai konsekuensinya,tetap berada pada skala usaha sebelumnya,tidak meningkat.Apabila Pemerintah dapat mempermudah proses birokrasi semacam ini,misalnya dengan penghapusan beberapa point syarat-syarat perizinan yang dinilai memberatkan,maka hal ini dapat menginsentif UKM untuk mau mengembangkan usahanya,sehingga terjadi peningkatan skala usaha.

3.Infrastruktur

Infrastruktur atau pengadaan sarana dan pra sarana usaha yang relatif terbatas ketersediannya bagi UKM ,juga menjadi salah satu kendala penghambat kinerja UKM.Terkadang produk-produk UKM kuat di hulu namun lemah di hilir,artinya produk-produk UKM sebenarnya memiliki kualitas yang tidak kalah saing dibanding produk-produk buatan Industri maju.Namun produk – produk UKM seringkali lemah dalam infrastruktur,promosi dan pemasaran.

Sebagai contoh,studi kasus UKM kosmetika di Tangerang. Solihin Sofian, produsen Jinzu cosmetic mengatakan di wilayah Banten saja terutama Tangerang sedikitnya ada 100 UKM yang membuat parfum, sabun, shampo ataupun produk spa. Hambatan UKM kosmetika umumnya adalah infrastruktur yang tidak memadai, bunga bank yang tinggi dan kurangnya dukungan  pemerintah ataupun minimnya sosialisasi soal regulasi atau peraturan yang terkait usaha kosmetika.Infrastruktur yang kurang memadai dan pemasaran yang kurang gencar membuat produk-produk UKM ini kurang dikenal.UKM butuh pendampingan khusus dari Industri besar sejenis untuk membantu pengadaan infrastruktur dan pemasaran.

Hal inilah yang coba dijembatani oleh PT.Mustika Ratu.PT.Mustika Ratu adalah salah satu industri besar yang bergerak di bidang kosmetika di Indonesia.Dengan dibentuknya PPA(Perhimpunan Pengusaha) , maka UKM-UKM kosmetika tersebut dapat dirangkul,didampingi,dilatih dan dibina bersama oleh PT.Mustika Ratu ,sehingga UKM tersebut dapat mampu bersaing secara global. “Sebelum ada PPA , kami kesulitan informasi baik soal kebijakan pemerintah, peta industri kosmetika dalam negeri, data impor dan lainnya,” ujarnya di sela kegiatan rakernas dan workshop PPA Kosmetika Indonesia. Asosiasi PPA ini,memberikan dampak positif pada pemasaran produk kosmetika skala UKM. Jika selama ini pangsa pasarnya 70% di pasar tradisional, kini produk rumahan didorong masuk minimarket dan peritel modern lainnya.Hal ini membuktikan bahwa sebenarnya UKM mampu bersaing,namun kekurangan sarana dan prasarana (infrastruktur) yang memadai.Sehingga, pendampingan dan pembinaan dari industri besar sejenis dalam pengadaan infrastruktur dan pemasaran sangat dibutuhkan untuk membantu kemajuan UKM – UKM tersebut.

KORELASI KETENAGAKERJAAN,UPAH MINIMUM,DAN TINGKAT PENGANGGURAN – STUDI KASUS : DEMONSTRASI UMK KABUPATEN BEKASI

Posted by LAURA CITA FEBRIANTY on August 27, 2012 in akademik |

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

Latar Belakang

Era globalisasi menuntut tenaga kerja yang terlatih atau terdidik, hal itu dibutuhkan karena persaingan antar perusahaan dalam efisiensi produksi, karena apabila suatu perusahaan tidak bisa melakukan efisiensi maka perusahaan tersebut akan kalah dengan rivalnya dan akan mengalami kerugian. Permintaan akan tenga kerja yang telatih dan terdidik itulah yang membuat jumlah pengangguran di Indonesia tinggi. Tingkat pendidikan terhadap tenaga kerja yang berhubungan negatif dengan kenaikan jumlah populasi yang menyebabkan jumlah pengangguran di Indonesia semakin tahun semakin meningkat. Banyaknya jumlah pengangguran tersebut sebenarnya masih lebih besar dari jumlah pengangguran yang terdata saat ini, hal itu dikarenakan banyaknya jumlah pengangguran yang terselubung. Tingginya tingkat pengangguran itu bukan hanya disebabkan oleh terbatasnya lapangan pekerjaan saja, namun juga dikarenakan minimnya upah yang diberikan oleh perusahaan terhadap tenaga kerja.

Tenaga kerja memang merupakan salah satu faktor input yang sangat menentukan proses produksi. Produktivitas tenaga kerja pada produksi ditentukan oleh jumlah upah yang diberikan oleh produsen (perusahaan) kepada tenaga kerjanya. Jika upah yang diberikan kecil atau tidak sesuai dengan perjanjian, maka akan mengakibatkan demo para buruh atas upah yang tidak sesuai dan meminta untuk kenaikan upah. Hal yang dilakukan oleh para buruh tersebut bisa dalam bentuk yang tidak merugikan bisa juga dalam bentuk yang merugikan masyarakat sekitar.

Tingkat pengangguran yang tinggi mencerminkan bahwa suatu negara itu masih merupakan negara berkembang. Apabila tingkat pertumbuhan pengangguran itu diabaikan, maka negara akan mengalami krisis dikarenakan banyaknya rakyat yang memiliki pengahasilan di bawah rata-rata bahkan tidak berpenghasilan. Maka agar suatu negara dapat berkembang menjadi negara maju salah satu komponen utama yang harus diperhatikan adalah tingkat pengangguran. Jika masalah pengangguran ini dapat di atasi maka pembangunan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara akan berkembang.

 

Rumusan Masalah

 

– Bagaimana kondisi ketenagakerjaan Indonesia saat ini ?

– Bagaimana kebijakan upah minimum di Indonesia ?

-Apa korelasi antara ketenagakerjaan,upah minimum dan tingkat

pengangguran?

– Apakah kebijakan ekonomi saat ini sudah cukup relevan untuk mengatasi

jumlah pengangguran?

–  Kebijakan apa yang harus diberlakukan Pemerintah untuk mengatasi

kompleksitas masalah di atas?(point)

 

Tujuan Penulisan

 

Tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah untuk menganalisis keterkaitan situasi ketenagakerjaan,upah minimum dan tingkat pengangguran di Indonesia,terutama dengan kaitannya pada kasus demonstrasi penuntutan kenaikan UMK Kabupaten Bekasi.(panah)

Manfaat Penulisan

 

Manfaat dari penulisan karya tulis ini adalah untuk memaparkan studi kasus mengenai tinjauan kritis terhadap UMK dan UMR di Indonesia.Melalui karya tulis ini,penulis berusaha untuk memberi solusi terhadap masalah ketenagakerjaan dan upah minimum di tanah air.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

 

Tenaga kerja termasuk salah satu unsur penting dalam pembangunan suatu negara. Tenaga kerja yang berkualitas dan berdedikasi tinggi pada negara sangat diperlukan dalam upaya memajukan perekonomian suatu negara. Pengertian tenaga kerja dinyatakan dalam UU No.13 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 Ayat 2 yaitu setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Dalam hal ketenagakerjaan, penduduk di suatu negara terbagi menjadi dua kelompok yaitu penduduk yang termasuk angkatan kerja dan peduduk yang bukan angkatan kerja. Pengertian angkatan kerja menurut UU No. 20 Tahun 1999 Pasal 2 Ayat 2 adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang bekerja atau mempunyai pekerjaan, namun sementara tidak bekerja dan pengangguran. Bukan angkatan kerja adalah penduduk dalam usia kerja yang tidak bekerja, tidak mempunyai pekerjaan dan tidak sedang mencari pekerjaan.

Tenaga kerja jasmani adalah orang-orang yang pekerjaannya lebih berfokus pada kegiatan produksi. Tenaga kerja jasmani terbagi menjadi 3 jenis, yaitu tenaga kerja terdidik, tenaga kerja terlatih, serta tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih . Tenaga kerja terdidik (skilled labour) adalah tenaga kerja yang memerlukan pendidikan dan pengetahuan yang tinggi, sebagai contohnya guru dan dokter. Tenaga kerja terlatih (trained labour) adalah tenaga kerja yang memerlukan pelatihan dan pengalaman yang matang, sebagai contohnya pilot dan sopir. Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih (unskilled and untrained labour) adalah tenaga kerja yang tidak memerlukan pendidikan dan pelatihan khusus, sebagai contohnya pembantu rumah tangga dan kuli bangunan.

Angkatan kerja digolongkan menjadi dua kelompok yaitu, orang yang bekerja dan pekerjaan dengan tujuan menghasilkan barang dan jasa serta memperoleh penghasilan. Pengangguran adalah orang yang tidak bekerja, namun sedang mencari pekerjaan dan menunggu hasil lamaran pekerjaan. Pengangguran merupakan masalah bagi setiap negara. Pengangguran disebabkan oleh kesempatan kerja yang ada tidak mampu menyerap jumlah tenaga kerja yang tersedia.

Upah merupakan salah satu rangsangan penting bagi kinerja para pekerja.Upah yang diberikan perusahaan ,sudah sepantasnya harus mampu memenuhi kebutuhan karyawan.Upah sebenarnya merupakan salah satu syarat perjanjian kerja yang diatur oleh pengusaha dan buruh atau karyawan serta pemerintah.Dewan Penelitian Pengupahan Nasional memberikan definisi pengupahan sebagai berikut : “Upah ialah suatu penerimaan kerja untuk berfungsi sebagai jaminan kelangsungan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan dan produksi dinyatakan menurut suatu persetujuan Undang-undang dan Peraturan dan dibayarkan atas dasar suatu perjanjian kerja antara pemberi kerja dengan penerima kerja.”

Ada beberapa sistem yang digunakan untuk mendistribusikan upah, dirumuskan empat sistem yang secara umum dapat diklarifikasikan sebagai berikut :

1. Sistem upah menurut banyaknya produksi.

Upah menurut banyaknya produksi diberikan dapat mendorong karyawan untuk bekerja lebih giat dan berproduksi lebih banyak. Produksi yang dihasilkan dapat dihargai dengan perhitungan ongkosnya. Upah sebenarnya dapat dicari dengan menggunakan standar normal yang membandingkan kebutuhan pokok dengan hasil produksi. Secara teoritis sistem upah menurut produksi ini akan diisi oleh tenaga-tenaga yang berbakat dan sebaliknya orang-orang tua akan merasa tidak kerasan.

2. Sistem upah menurut lamanya dinas.

Sistem upah semacam ini akan mendorong untuk lebih setia dan loyal terhadap perusahaan dan lembaga kerja. sistem ini sangat menguntungkan bagi yang lanjut usia dan juga orang-orang muda yang didorong untuk tetap bekerja pada suatu perusahaan. Hal ini disebabkan adanya harapan bila sudah tua akan lebih mendapat perhatian. Jadi upah ini kan memberikan perasaan aman kepada karyawan, disamping itu sistem upah ini kurang bisa memotivasi karyawan.

 

 

3. Sistem upah menurut lamanya kerja.

Upah menurut lamanya bekerja disebut pula upah menurut waktu, misalnya bulanan. Sistem ini berdasarkan anggapan bahwa produktivitas kerja itu sama untuk waktu yang kerja yang sama, alasan-alasan yang lain adalah sistem ini menimbulkan ketentraman karena upah sudah dapat dihitung, terlepas dari kelambatan bahan untuk bekerja, kerusakan alat, sakit dan sebagainya.
4. Sistem upah menurut kebutuhan.

Upah yang diberikan menurut besarnya kebutuhan karyawan beserta keluarganya disebut upah menurut kebutuhan. Seandainya semua kebutuhan itu dipenuhi, maka upah itu akan mempersamakan standar hidup semua orang.
Salah satu kelemahan dari sistem ini adalah kurang mendorong inisiatif kerja, sehingga sama halnya dengan sistem upah menurut lamanya kerja dan lamanya dinas. Kebaikan akan memberikan rasa aman karena nasib karyawan ditanggung oleh perusahaan.

Sedangkan, pengertian Upah Minimum adalah suatu standar minimum yang digunakan oleh para pengusaha atau pelaku industri untuk memberikan upah kepada pekerja di dalam lingkungan usaha atau kerjanya. Karena pemenuhan kebutuhan yang layak di setiap propinsi berbeda-beda, maka disebut Upah Minimum Propinsi. Menurut Permen no.1 Th. 1999 Pasal 1 ayat 1, Upah Minimum adalah upah bulanan terendah yang terdiri dari upah pokok termasuk tunjangan tetap. Upah ini berlaku bagi mereka yang lajang dan memiliki pengalaman kerja 0-1 tahun, berfungsi sebagai jaring pengaman, ditetapkan melalui Keputusan Gubernur berdasarkan rekomendasi dari Dewan Pengupahan dan berlaku selama 1 tahun berjalan.Beberapa dasar pertimbangan dari penetapan upah minimum adalah :

  1. Sebagai jaring pengaman agar nilai upah tidak melorot dibawah kebutuhan hidup minimum.
  2. Sebagai wujud pelaksanaan Pancasila, UUD 45 dan GBHN secara nyata.
  3. Agar hasil pembangunan tidak hanya dinikmati oleh sebagian kecil masyarakat yang memiliki kesempatan, tetapi perlu menjangkau sebagian terbesar masyarakat berpenghasilan rendah dan keluarganya.
  4. Sebagai satu upaya pemerataan pendapatan dan proses penumbuhan kelas menengah
  5. Kepastian hukum bagi perlindungan atas hak – hak dasar Buruh dan keluarganya sebagai warga negara Indonesia.
  6. Merupakan indikator perkembangan ekonomi Pendapatan Perkapita.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Upah:

1. Penawaran dan permintaan karyawan.

2. Organisasi buruh.

3. Kemampuan untuk membayar.

4. Produktivitas.

5. Biaya hidup.

6. Peraturan pemerintah.

Apabila tenaga kerja yang tersedia melebihi kapasitas daya serap lapangan kerja yang ada,maka akan timbul pengangguran.Para pekerja yang hidup bergantung pada UMR(Upah Minimum Regional) juga sebenarnya adalah bagian dari pengangguran terselubung.Realitas inilah yang memperparah fenomena pengangguran di Indonesia.Penganguran adalah sebutan untuk suatu keadaan di mana masyarakat tidak bekerja.Menganggur adalah mereka yang tidak mempunyai pekerjaan dalam kurun waktu seminggu sebelum pencacahan dan sedang berusaha mencari pekerjaan dan ini mencangkup mereka yang sedang menunggu panggilan terhadap lamaran kerja yang di ajukan atau sedang tidak mencari kerja karena beranggapan tidak ada kesempatan kerja yang tersedia untuk dirinya walaupun dia sanggup.Dalam keadaan yang ideal, diharapkan besarnya kesempatan kerjasama dengan besarnyaangkatan kerja, sehingga semua angkatan kerja akan mendapatkan pekerjaan. Pada kenyataannya keadaan tersebut sulit untuk dicapai. Umumnya kesempatan kerja lebih
kecil dari pada angkatan kerja, sehingga tidak semua angkatan kerja akan mendapatkanpekerjaan, maka timbullah penggangguran.
Pengangguran sering diartikan sebagai angkatan kerja yang belum bekerja ataubekerja secara tidak optimal. Berdasarkan pengertian tersebut, maka pengangguran dapat dibedakan menjadi tiga macam.

 
1. Pengangguran Terbuka (Open Unemployment)
Pengangguran terbuka adalah tenaga kerja yang betul-betul tidak mempunyai
pekerjaan. Pengangguran ini terjadi ada yang karena belum mendapat pekerjaan
padahal telah berusaha secara maksimal dan ada juga yang karena malas mencari pekerjaan atau malas bekerja.
2. Pengangguran Terselubung (Disguessed Unemployment)
Pengangguran terselubung yaitu pengangguran yang terjadi karena terlalu banyaknya tenaga kerja untuk satu unit pekerjaan padahal dengan mengurangi tenaga kerja tersebut sampai jumlah tertentu tetap tidak mengurangi jumlah produksi.Pengangguran terselubung bisa juga terjadi karena seseorang yang bekerja tidak sesuai dengan bakat dan kemampuannya, akhirnya bekerja tidak optimal.
Contoh:
Pada sebuah kantor terdapat 10 tenaga administrasi yang menangani pekerjaan yangada. Padahal dengan jumlah tenaga 6 orang saja semua pekerjaan dapat terselesaikandengan baik. Akibatnya para pegawai tersebut bekerja tidak optimal dan bagi kantor tentu merupakan suatu pemborosan.


3. Setengah Menganggur (Under Unemployment)
Setengah menganggur ialah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena
tidak ada pekerjaan untuk sementara waktu. Ada yang mengatakan bahwa tenaga kerja setengah menganggur ini adalah tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam dalam seminggu atau kurang dari 7 jam sehari. Misalnya seorang buruh bangunan yang telah menyelesaikan pekerjaan di suatu proyek, untuk sementara menganggur sambil menunggu proyek berikutnya.

 

 

 

 

Adapun beberapa jenis pengangguran adalah sebagai berikut :

 

1. Pengangguran Friksional (Transisional).
Pengangguran ini timbul karena perpindahan orang-orang dari satu daerah ke daerah lain, dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain dan karena tahapan siklus hidup yang berbeda.

Contoh:
– Perpindahan tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor industri, untuk sementara
menganggur.
– Berhenti dari pekerjaan yang lama, mencari pekerjaan yang baru yang lebih baik

2.Pengangguran Struktural
Pengangguran struktural adalah pengangguran akibat keadaan ekonomi. Perubahan struktur ekonomi akhirnya mengalami perubaahana dalam kebutuhan tenaga kerja. Struktur ekonomi agraris berubah menjadi sistem struktur Industri, yang menuntut perubahan keterampilan yang dapat menunjang industri.
Beberapa kasus pengangguran struktural terjadi pada 1998, pada saat bangsa Indonesia mengalami krisis moneter. Banyak pekerja pabrik, pegawai bank dan perusahaan-perusahaan serta lembaga-lembaga lainnya yang mengalami kerugian, sehingga dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Pada tahun tersebut, tingkat pengangguran di Indonesia begitu tinggi.
Pengangguran struktural dapat diatasi jika pemerintah melakukan dan mengeluarkan peraturan serta kebijakan yang memihak rakyat. Di samping itu, pengganggur pun harus memperdalam keahlian dan kemampuannya
Pengangguran ini terjadi karena adanya perubahan dalam struktur perekonomian yangmenyebabkan kelemahan di bidang keahlian lain. Contoh: Suatu daerah yang tadinya agraris (pertanian) menjadi daerah industri, maka tenaga bidang pertanian akan menganggur.
3. Pengangguran Siklikal atau Siklus atau Konjungtural
Pengangguran ini terjadi karena adanya gelombang konjungtur, yaitu adanya resesi atau kemunduran dalam kegiatan ekonomi. Contoh: Di suatu perusahaan ketika sedang maju butuh tenaga kerja baru untuk perluasan usaha. Sebaliknya ketika usahanya merugi terus maka akan terjadi PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) atau pemecatan.
4. Pengangguran Musiman (Seasonal)
Pengangguran musiman terjadi karena adanya perubahan musim. Contoh: pada musim panen, para petani bekerja dengan giat, sementara sebelumnya banyak menganggur.
5. Pengangguran Teknologi
Pengangguran ini terjadi karena adanya penggunaan alat–alat teknologi yang semakin modern. Contoh, sebelum ada penggilingan padi, orang yang berprofesi sebagai penumbuk padi bekerja, setelah ada mesin penggilingan padi maka mereka tidak bekerja lagi.
6. Pengangguran Politis
Pengangguran ini terjadi karena adanya peraturan pemerintah yang secara langsung atau tidak, mengakibatkan pengangguran. Misalnya penutupan Bank-bank bermasalah sehingga menimbulkan PHK.

 

 

 
7. Pengangguran Deflatoir
Pengangguran deflatoir ini disebabkan tidak cukup tersedianya lapangan pekerjaan dalam perekonomian secara keseluruhan, atau karena jumlah tenaga kerja melebihi kesempatan kerja, maka timbullah pengangguran.
Pengangguranatau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau
seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnyakemis kinan dan masalah-masalah sosial lainnya.Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yangberkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah “pengangguran terselubung” di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

 

8. Penganggur Voluntary
Penganggur voluntary adalah penganggur yang sebenarnya mampu bekerja, namun memilih tidak bekerja karena mempunyai usaha. Misalnya, membuka rental mobil, membuka kos-kosan, dan lain-lain. Penganggur voluntary bisa membuka lapangan pekerjaan untuk penganggur lainnya.

 

Penduduk yang relatif banyak,pendidikan dan keterampilan yang rendah,angkatan kerja tidak dapat memenuhi persyaratan yang diminta dunia kerja,teknologi yang semakin modern,pengusaha yang selalu mengejar keuntungan dengan cara melakukan mekanisasi produksi agar lebih meningkatkan efisiensi,namun pada akhirnya memangkas kebutuhan atas tenaga kerja,yang pada akhirnya akan meningkatkan pengangguran.

Pengangguran tentu menimbulkan dampak negatif, yang bukan hanya bagi sang penganggur, namun juga bagi masyarakat di sekitarnya. Pengangguran membawa permasalahan ekonomi suatu keluarga, yang bisa menyebabkan terganggunya kondisi psikis seseorang. Misalnya, terjadi pembunuhan akibat masalah ekonomi, terjadi pencurian dan perampokan akibat masalah ekonomi, rendahnya tingkat kesehatan dan gizi masyarakat, kasus anak-anak terkena busung lapar, juga terjadinya kekacauan sosial dan politik seperti terjadinya demonstrasi dan perebutan kekuasaan.

Lalu apakah implikasi kebijakan yang dapat dilakukan Pemerintah untuk dapat mencegah semakin kompleksnya permasalahan yang dapat ditimbulkan oleh adanya pengangguran?. Berikut adalah Kebijakan Pemerintah dalam usaha mereduksi jumlah pengangguran :
1.Pemerintah memberikan bantuan wawasan, pengetahuan dan kemampuan jiwa kewirausahaan kepada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berupa bimbingan teknis dan manajemen memberikan bantuan modal lunak jangka panjang, perluasan pasar. Serta pemberian fasilitas khusus agar dapat tumbuh secara mandiri dan andal bersaing di bidangnya.
Mendorong terbentuknya kelompok usaha bersama dan lingkungan usaha yang menunjang dan mendorong terwujudnya pengusaha kecil dan menengah yang mampu mengembangkan usaha, menguasai teknologi dan informasi pasar dan peningkatan pola kemitraan UKM dengan BUMN, BUMD, BUMS dan pihak lainnya.
2.Segera melakukan pembenahan, pembangunan dan pengembangan kawasan-kawasan, khususnya daerah yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi.

Ini akan membuka lapangan kerja bagi para penganggur di berbagai jenis maupun tingkatan. Harapan akan berkembangnya potensi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baik potensi sumber daya alam, sumber daya manusia.
3.Segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur.

Seperti PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PT Jamsostek) Dengan membangun lembaga itu, setiap penganggur di Indonesia akan terdata dengan baik dan mendapat perhatian khusus. Secara teknis dan rinci.
4.Segera menyederhanakan perizinan dan peningkatan keamanan

Terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing maupun Penanaman Modal Dalam Negeri. Hal itu perlu segera dibahas dan disederhanakan sehingga merangsang pertumbuhan iklim investasi yang kondusif untuk menciptakan lapangan kerja.
5.Mengembangkan sektor pariwisata dan kebudayaan Indonesia

Khususnya daerah-daerah yang belum tergali potensinya dengan melakukan promosi-promosi keberbagai negara untuk menarik para wisatawan asing, mengundang para investor untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan dan pengembangan kepariwisataan dan kebudayaan yang nantinya akan banyak menyerap tenaga kerja daerah setempat.
6.Melakukan program sinergi antar BUMN atau BUMS yang memiliki keterkaitan usaha atau hasil produksi akan saling mengisi kebutuhan.

Dengan sinergi tersebut maka kegiatan proses produksi akan menjadi lebih efisien dan murah karena pengadaan bahan baku bisa dilakukan secara bersama-sama. Contoh, PT Krakatau Steel dapat bersinergi dengan PT. PAL Indonsia untuk memasok kebutuhan bahan baku berupa pelat baja.
7.Dengan memperlambat laju pertumbuhan penduduk

Meminimalisirkan menikah pada usia dini yang diharapkan dapat menekan laju pertumbuhan sisi angkatan kerja baru atau melancarkan sistem transmigrasi dengan mengalokasikan penduduk padat ke daerah yang jarang penduduk dengan difasilitasi sektor pertanian, perkebunan atau peternakan oleh pemerintah.
8.Menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri. Perlu seleksi secara ketat terhadap pengiriman TKI ke luar negeri. Sebaiknya diupayakan tenaga-tenaga terampil. Hal itu dapat dilakukan dan diprakarsai oleh Pemerintah Pusat dan Daerah.
9.Segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas).

Sistem pendidikan dan kurikulum sangat menentukan kualitas pendidikan yang berorientasi kompetensi. Karena sebagian besar para penganggur adalah para lulusan perguruan tinggi yang tidak siap menghadapi dunia kerja.
10.Segera mengembangkan potensi kelautan dan pertanian.

Karena Indonesia mempunyai letak geografis yang strategis yang sebagian besar berupa lautan dan pulau-pulau yang sangat potensial sebagai negara maritim dan agraris. Potensi kelautan dan pertanian Indonesia perlu dikelola secara baik dan profesional supaya dapat menciptakan lapangan kerja yang produktif .

 

BAB III

METODOLOGI PENULISAN

 

 

Metode penulisan yang digunakan dalam karya tulis ini adalah metode studi literatur. Metode studi literatur merupakan metode pengumpulan data-data dan bukti-bukti yang mendukung topik masalah yang ingin dianalisis. Pengumpulan data-data di sini bersumber dari beberapa buku dan internet. Selanjutnya, keterkaitan antara data-data yang diperoleh dapat dianalisis dengan bukti-bukti yang akurat. Terakhir, penarikan kesimpulan dilakukan berdasarkan analisis data.

Data-data yang digunakan dalam penulisan karya tulis ini termasuk data sekunder. Pengambilan data mengenai kasus buruh di Bekasi dilakukan melalui internet. Selanjutnya, data yang ada dianalisis dengan teori-teori yang diambil dari beberapa buku maupun internet. Dalam hal ini, berbagai data yang diperoleh berdasarkan apa yang dipaparkan pada sumber. Beberapa buku yang menjadi acuan di sini, di antaranya adalah  Ekonomi Sumber Daya Manusia karangan Dra. Afrida BR, M.S,Labor Relations-Development,Structure,Process karangan John Fossum dan beberapa sumber data dan dokumen dari internet ,misalnya web site BPS untuk data tabel dan grafik,serta beberapa artikel dari website media massa ibukota.

Metode analisis yang digunakan adalah membandingkan teori-teori ketenagakerjaan dengan kasus demonstrasi UMK di Bekasi. Hal ini dilakukan untuk melihat kesesuaian antara teori ketenagakerjaan yang ada dengan pelaksanaannya secara nyata. Melalui analisis, berbagai solusi dapat diperoleh untuk mengatasi permasalahan dalam ketenagakerjaan, khususnya untuk kasus buruh di Bekasi. Hal ini merupakan salah satu langkah dalam menciptakan pembangunan perekonomian negara, mengingat tenaga kerja merupakan unsur penting dalam pembangunan perekonomian.

 

 

 

 

BAB IV

PEMBAHASAN

 

 

Situasi Ketenagakerjaan Indonesia

 

Masalah ketenagakerjaan merupakan kendala yang krusial bagi Indonesia dalam upaya memajukan perekonomian negara. Masalah ketenagakerjaan ini berupa jumlah lapangan kerja yang tersedia belum cukup mampu menyerap jumlah tenaga kerja yang ada. Masalah ketenagakerjaan ini sudah tentu dapat menghambat pembangunan ekonomi yang sedang gencar dilakukan negara ini. Menurut Darlaini Nasution, pengamat kerja dari Serang, masalah ini sebenarnya disebabkan oleh ketidaksesuaian hasil yang dicapai antara pendidikan dengan lapangan kerja, ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran tenaga kerja, dan kualitas SDM yang masih rendah.

 

Tabel 1. Karakteristik Dasar Ketenagakerjaan Indonesia (1997 – 2010)

Populasi & Angkatan Kerja

1997

2001

2004

2007

2010

Pendudukan ≥ 15 Thn (jutaan)

135,07

144,03

153,92

164,12

172,07

Angkatan Kerja (jutaan)

89,60

98,81

103,97

109,94

116,53

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)

66,3%

68,6%

67,6%

67%

67,7%

Bekerja   (jutaan)

85,41

90,81

93,72

99,93

108,21

Tingkat Partisipasi Kerja (TPK)

95,3%

91,9%

90,1%

90,9%

92,9%

Pengangguran Terbuka (jutaan)

4,19

8,00

10,25

10,01

8,32

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)

4.70%

8.10%

9.90%

9.10%

7.10%

Setengah Pengangguran (Jutaan)

(0* Jam/Minggu)

1,69

2,48

2,27

2,35

2,49

( 1 – 14 Jam/Minggu) 

5,95

4,28

4,24

5,22

5,78

  (15 – 24 Jam/Minggu)

11,34

10,05

9,80

9,98

12,48

 (24 – 34 Jam/Minggu)

14,65

13,40

13,91

14,17

15,01

Berdasarkan tabel data tersebut, dapat diketahui bahwa telah terjadi kenaikan  pertumbuhan jumlah angkatan kerja di Indonesia sebesar 26.13% dari tahun 1997 sampai dengan tahun 2010. Tingkat partisipasi angkatan kerja dan jumlah penduduk yang bekerja secara berturut-turut juga mengalami kenaikan sebesar 1.4% dan 23.2% dari tahun 1997 sampai dengan tahun 2010. Tingkat partisipasi kerja dan pengangguran mengalami kenaikan dan penurunan dengan korelasi yang negatif.

Tabel 2. Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama, 2008–2010 (juta orang)

 

Lapangan Pekerjaan Utama

2008

2009

2010

Februari Agustus Februari Agustus Februari
Pertanian

42.69

41.33

43.03

41.61

42.83

Industri

12.44

12.55

12.62

12.84

13.05

Konstruksi

4.73

5.44

4.61

5.49

4.84

Perdagangan

20.68

21.22

21.84

21.95

22.21

Transportasi, Pergudangan, dan Komunikasi

6.01

6.18

5.95

6.12

5.82

Keuangan

1.44

1.46

1.48

1.49

1.64

Jasa Masyarakat

12.78

13.10

13.61

14.00

15.62

Lainnya *)

1.27

1.27

1.35

1.39

1.40

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, kenaikan jumlah penduduk Indonesia yang bekerja pada sektor jasa kemasyarakatan, industri, dan perdagangan pada tahun dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2010 membawa angin segar pada perekonomian negara ini. Hal ini disebabkan ketiga sektor ini mampu menyerap tenaga kerja lebih besar dibanding sektor lainnya, yaitu kenaikan pada sektor jasa kemasyarakatan sebesar 2.84 juta orang, sektor perdagangan sebesar 1.53 juta orang, dan pada sektor industri sebesar 0.61 juta orang. Sementara itu, sektor pertanian, konstruksi, transportasi, pergudangan, komunikasi dan keuangan mengalami penurunan pada tahun 2010. Namun, jika dibandingkan dengan semua sektor, sektor pertanian tetaplah menjadi penyumbang terbesar dalam penyerapan tenaga kerja.

Bila kita kaitkan dengan kasus demonstrasi UMK Kabupaten Bekasi 27 Januari 2012 lalu,maka dapat kita simpulkan adanya keterkaitan karakteristik wilayah Bekasi dengan demonstrasi buruh terkait upah ini. Bekasi bisa dikatakan sebagai daerah industri karena banyak lokasi yang terdapat di bekasi menjadi pabrik bagi industri padat karya.Industri padat karya seperti industri tekstil,kimia dan obat-obatan yang berkawasan di Bekasi tadi,dapat menyerap banyak tenaga kerja /buruh.Maka tidak heran bila  Bekasi menjadi lokasi demonstrasi penuntutan UMK buruh ,sebab Bekasi dan Tangerang memang telah menjadi kota padat industri yang notebene juga menjadi kota padat buruh.Ketidakseimbangan antara penawaran tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang diminta, selain itu kualitas SDM yang tergolong masih minim menyebabkan upah yang mereka terima masih minim untuk para buruh. Keminimuman upah yang mereka terima diperparah dengan angka inflasi tinggi membuat para buruh melakukan demonstrasi. Hal itu terjadi karena para buruh merasa bahwa upah riil mereka terbilang kecil.Daya beli mereka rendah,karena UMK yang ditetapkan tidak mampu mengimbangi kenaikan harga atau inflasi yang tinggi tadi. Maka dari itu para buruh yang bermukim di daerah Bekasi melakukan demonstrasi untuk menuntut kesejahteraan yang lebih baik.

Mengapa hal ini tejadi?.Di negara – negara berkembang pertumbuhan penduduk yang sangat besar jumlahnya , menambah kerumitan masalah – masalah pembangunan yang dihadapi. Dapatlah dikatakan bahwa masalah penduduk merupakan salah satu masalah yang sulit diatasi. Sudah sejak lama orang menyadari bahwa pengurangan laju perkembangan penduduk di negara – negara berkembang merupakan langkah penting yang harus cepat dilakukan untuk mempercepat lajunya pembangunan ekonomi. Akan tetapi usaha yang telah dilakukan belum bisa memberi hasil yang memuaskan.Angkatan kerja yang besar ternyata tidak menjadi solusi bagi pertumbuhan ekonomi suatu Negara.Ledakan pertumbuhan penduduk justru memperparah kondisi ketenagakerjaan di tanah air.Banyaknya angkatan kerja yang tidak terdidik dan terlatih kemudian dihadapkan pada daya serap tenaga kerja yang relatif rendah menjadi kompleksitas masalah ketenagakerjaan dalam negeri.

Kebijakan pengendalian pertumbuhan penduduk lewat program Keluarga Berencana (KB) mungkin dapat andil dalam penurunan ledakan jumlah tenaga kerja.Kemudian kebijakan penunjang pendidikan,pembinaan dan pelatihan bagi tenaga kerja juga mutlak dibutuhkan,demi mencapai kondisi ketenagakerjaan Indonesia yang lebih baik.Tenaga kerja bukan hanya soal kuantitas tapi lebih kepada kualitas.Tenaga kerja yang pertumbuhannya dapat dikendalikan dengan baik dan memiliki skill yang diatas rata-rata,tentu akan menjadikan produktivitas dalam negeri meningkat.

 

Tinjauan Kebijakan Upah Minimum

 

Pemberian upah/gaji perlu juga memperhatikan prinsip keadilan. Keadilan bukan berarti bahwa segala sesuatu mesti dibagi sama rata. Keadilan harus dihubungkan antara pengorbanan dengan penghasilan. Semakin tinggi pengorbanan semakin tinggi penghasilan yang diharapkan. Karena itu pertama yang harus dinilai adalah pengorbanan yang diperlukan oleh suatu jabatan, pengorbanan dari suatu jabatan dipertunjukan dari persyaratan-persyaratan (spesifikasi) yang harus dipenuhi oleh orang yang memangku jabatan tersebut. Semakin tinggi kriteria atau spesifikasi yang dibutuhkan, semakin tinggi pula penghasilan yang akan didapatkan. Penghasilan ini ditunjukan dari upah yang diterima.

Dalam hal ini para buruh yang terdapat di daerah bekasi yang melakukan demonstrasi akan upah karena mereka menilai bahwa upah yang mereka dapatkan tidak layak atau tidak setimbang dengan tenaga yang mereka keluarkan. Namun , berdasarkan undang-undang no.1 Th. 1999 Pasal 1 ayat 1 yang berbunyi Upah Minimum adalah upah bulanan terendah yang terdiri dari upah pokok termasuk tunjangan tetap. Upah ini berlaku bagi mereka yang lajang dan memiliki pengalaman kerja 0-1 tahun, berfungsi sebagai jaring pengaman, ditetapkan melalui Keputusan Gubernur berdasarkan rekomendasi dari Dewan Pengupahan dan berlaku selama 1 tahun berjalan.(pasal 27 ayat 2) Jadi, upah yang diberikan oleh para perusahaan adalah upah minimum yang sewajarnya sehingga bila dilihat dari sudut pandang kelayakan akan upah, dapat dikatakan bahwa upah yang diterima oleh para buruh terbilang layak menurut perusahaan.

Dalam kebijaksanaan pengupahan tujuan utama yaitu kebijaksanaan yang mendasarkan upah dari kinerja dan produktivitas karyawan. Struktur upah/gaji menunjukan sistem yang formal mengenai skala-skala untuk tujuan tersebut. Sistem ini membedakan dalam pembayaran-pembayaran yang dianggap menunjukan perbedaan yang sama dalam bentuk-bentuk pekerjaan. Tambahan-tambahan produktivitas atau penyesuaian faktor-faktor perbaikan yang menghubungkan upah/gaji dengan dibuat menurut rata-rata kemajuan perusahaan.

Kebijaksanaan pengupahan umumnya dibuat untuk :

a).  Adanya pembayaran upah/gaji yang cukup untuk menjamin hidup berkeluarga dalam keadaan normal.

b). Mengadakan deferensiasi penghargaan pengupahan/penggajian dalam perbedaan skill, tanggungjawab, usaha dan kondisi kerja.

c). Mengadakan suatu pembinaan pengupahan/penggajian sesuai dengan peningkatan karya atau efisiensi kerja yang diberikan untuk mempertinggi daya hidup karyawan.

d). Mengadakan suatu pembinaan pengupahan/penggajian menurut stabilitas keuangan perusahaan.

Berdasarkan kebijakan upah umum, tentunya upah yang diberikan oleh industri atau perusahaan-perusahaan yang terdapat di Bekasi tentunya sudah diberlakukan  diferensiasi upah berdasarkan skill para pekerja. Selain itu setiap perusahaan tentunya melakukan pembinaan kepada para tenaga kerjanya untuk meningkatkan efisiensi kerja untuk meningkatkan taraf hidup karyawan. Pembinaan tersebut tidak hanya untuk meningkatkan taraf hidup para karyawannya namun juga untuk menjaga stabilitas keuangan perusahaan.Upah yang diterima oleh para buruh di Bekasi juga berdasarkan pertimbangan-pertimbangan pemerintah.Pemerintah telah menetapkan kebijakan upah minimum sebagai jaring pengaman agar nilai upah tidak melorot dibawah kebutuhan hidup minimum, selain itu agar hasil pembangunan tidak hanya dinikmati oleh sebagian kecil masyarakat yang memiliki kesempatan, tetapi perlu menjangkau sebagian terbesar masyarakat berpenghasilan rendah dan keluarganya. Pemerintah juga berupaya dalam usaha pemerataan pendapatan dan proses peningkatan taraf hidup masyarakat kelas menengah ke bawah.

Pembatalan kenaikan upah oleh Pengadilan Tata Usaha Negara ( PTUN ) merupakan hasil dari pertimbangan – pertimbangan yang cukup matang. Tentunya jika upah para buruh dinaikan akan menyebabkan inflasi dikarenakan biaya input dari perusahaan naik untuk memproduksi suatu komoditi, sehingga harga produk akhir yang akan dijual ke pasar pasti ikut meningkat,dan pada akhirnya yang harus menanggung hal tersebut adalah konsumen.Jadi menurut Pemerintah,upah buruh memang harus diturunkan untuk mencegah inflasi serta kenaikan harga barang.Padahal kita tahu bahwa buruh adalah tenaga kerja yang berisiko tinggi,yang seharusnya ditunjang pemerintah dengan penghasilan yang layak dan menurunkan upah minimum buruh justru akan membuat kinerja mereka semakin rendah dan semakin minim saja jaminan keselamatan kerja yang dapat pemerintah berikan bagi buruh tersebut beserta keluarganya.Apabila produktivitas tenaga kerja sebagai salah satu faktor input produksi menurun karena penurunan upah,tentu saja output yang dihasilkan perusahaan akan turun dan berakibat pada penurunan pendapatan dan keuntungan perusahaan.Terkadang pemerintah kurang bijak dalam membaca dampak jangka panjang dari sebuah kebijakan dan kurang menghargai hak-hak pekerja.

Berdasarkan perihal tentang demo yang terjadi di Bekasi yang dilakukan oleh buruh – buruh Soebronto yang merupakan Presiden Direktur PT Indomobil Suzuki Internasional, mengharapkan agar lembaga pengupahan Bekasi yang terdiri dari serikat buruh, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bekasi dan Pemerintah Daerah segera cepat duduk bersama, capai keputusan yang komprehensif dan win-win solution. Soebronto juga mengatakan bahwa memang tidak salah Pemda Bekasi menaikan UMK naik 30%, karena waktu itu pertimbangannya banyak seperti inflasi, indeks kebutuhan dan lain-lain, tapi sayangnya keputusan tersebut diambil sepihak tanpa duduk bersama dalam Lembaga Pengupahan.Kembalinya aksi demo di daerah Bekasi tersebut merupakan reaksi dari putusan majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung (26/1/2012) mengabulkan gugatan yang diajukan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bekasi atas SK Gubernur Jabar tentang penetapan UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota) No.561/Kep.1540-Bansos/2011 yang menetapkan UMK Bekasi sebesar Rp 1.491.866,-,Upah kelompok II Rp 1.715.645,- dan Kelompok I Rp 1.849.913.Ribuan buruh asal Bekasi meradang dengan hasil putusan yang dinilai merugikan para buruh tersebut. Apalagi sebelumnya sudah ada kesepakatan bahwa Apido akan mencabut gugatan itu. Pembatalan kenaikan upah buruh tersebut membuat para buruh yang bermukim di daerah Bekasi melakukan demo, dikarenakan hal tersebut merugikan pihak buruh.Aksi Demo buruh di Bekasi yang menentang keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bekasi terhadap pembatalan naiknya Upah Minimum Kota (UMK) tersebut berdampak langsung pada aktivitas industri. Diperkirakan ada 5.000 industri di Bekasi dan sekitarnya terpaksa tutup sementara, dikarenakan demo buruh tersebut.

 

 

Tingkat pengangguran

 

            Korelasi antara situasi ketenagakerjaan di Indonesia yang kurang stabil dengan kompleksitas kendala mengenai kebijakan Upah Minimum yang dianggap tidak sesuai bagi para pekerja menyebabkan munculnya masalah baru,yakni pengangguran .Pengangguran sudah barang tentu bukanlah fenomena yang asing di negara berkembang seperti Indonesia ini. Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi yang relatif baik tetap tidak mampu mengadakan kesempatan kerja yang dibutuhkan oleh 9,25 juta orang pengangguran terbuka di Indonesia.Artinya,pertumbuhan ekonomi yang positif, dan Investment Grade yang merangkak naik ke posisi dua pun ternyata tidak mampu menjawab masalah ketimpangan distribusi pendapatan,pembukaan lapangan pekerjaan dan kemiskinan  di Negara ini. Oleh karenanya, masalah pengangguran yang kita hadapi dari tahun ke tahun semakin bertambah serius.

Grafik 1. Trend Pengangguran 2000 – 2010 (juta)

 

Grafik 2. Jumlah Pengangguran di Indonesia

                        Berdasarkan grafik 1 dan grafik 2, dapat diketahui bahwa jumlah pengangguran di Indonesia dari tahun 1996 sampai dengan 2011 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif. Pada grafik 1, tingkat partisipasi kerja dan tingkat pengangguran tahun 1996 secara berturut-turut sebesar 94.9% dan 5.1 %. Setelah terjadi krisis ekonomi pada tahun 1998, tingkat partisipasi kerja mengalami penurunan dan sebaliknya tingkat pengangguran mengalami kenaikan sampai pada tahun 2005. Setelah itu, tingkat partisipasi kerja kembali meningkat hingga mencapai 92.9% dan sebaliknya tingkat pengangguran kembali menurun hingga mencapai 7.1%. Pada grafik 2,  jumlah pengangguran mengalami penurunan  pada tahun 2008 yang signifikan sebesar 1.4 juta dari 10 juta menjadi 8.6 juta. Namun, pada tahun 2009 mengalami kenaikan sebesar 0.4 juta dari 8.6 juta menjadi 9 juta. Pada tahun 2011, jumlah pengangguran di Indonesia mengalami penurunan menjadi 8.12 juta. Jumlah pengangguran yang secara umum fluktuatif dan relatif masih tinggi di Indonesia menyatakan bahwa fenomena pengangguran belum benar-benar mampu tuntas diselesaikan oleh pemerintah.Artinya,kemiskinan juga masih menjadi masalah bersama yang belum mampu diselesaikan.

Pengangguran terjadi disebabkan oleh beberapa alasan.Alasan pertama yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia di Indonesia lebih sedikit daripada jumlah pencari kerja.Indonesia termasuk Negara berkembang yang kekurangan wiraswastawan,sehingga lapangan kerja di Negara dengan angkatan kerja yang relatif besar tidak diimbangi dengan jumlah para pengusaha yang sebenarnya mampu menjadi pembuka lapangan – lapangan kerja baru untuk mengurangi jumlah pengangguran dalam negeri.

Alasan berikutnya adalah,kompetensi para pencari kerja tidak sesuai dengan permintaan pasar tenaga kerja.Menurut Menakertrans ,Muhaimin Iskandar, lebih dari 50% angkatan kerja Indonesia hanya berpendidikan setingkat Sekolah Dasar (SD),sedangkan selebihnya memiliki tingkat pendidikan yang tidak sesuai dengan peluang yang kerja yang tersedia.Tenaga kerja yang kurang terdidik jelas tidak akan memiliki daya tawar (bargaining position) yang kuat dalam negosiasi pelamaran kerja.Disinilah letak korelasi antara situasi ketenagakerjaan Indonesia dengan tinjauan tentang upah minimum.Menurut John A. Fossum permintaan akan upah (Wage demands ) akan selalu menjadi sentral dari setiap negosiasi kontrak pekerjaan.Setiap tenaga kerja selalu menawar permintaan terhadap upah yang tinggi,namun setiap perusahaan juga berusaha untuk memberi upah yang sesuai dengan kemampuan dan kinerja karyawannya.Tingkat pendidikan dan kinerja yang rendah,seperti yang telah disebutkan di atas akan melemahkan bargaining position karyawan tersebut.Sehingga banyak tenaga kerja Indonesia bekerja dengan upah minimum dan tingkat kesejahteraan yang rendah.Sebagai contoh,kasus unjuk rasa 5000 orang buruh di Bekasi yang menimbulkan kemacetan di ruas tol Cawang-Cikampek pada 27 Januari 2012 lalu,menuntut PT.Apindo atas UMR(Upah Minimum Regional) yang dianggap tidak sesuai.UMR yang ditetapkan PT.Apindo sebesar Rp1.491.000 perbulan dianggap tidak sesuai dengan besar standar upah minimum yang ditetapkan SK Gubernur.Para pekerja yang sudah digaji dengan upah minimum ,tentu akan sangat berpotensi melakukan unjuk rasa bahkan tindakan-tindakan anarkhis,ketika upah minimum mereka diturunkan lagi dari upah yang semestinya.Karena dengan upah minimum yang ditetapkan pemerintah saja, sebenarnya belum mampu menutupi semua kebutuhan rumahtangga buruh tersebut dengan baik dan layak.Apalagi bila UMR mereka diturunkan,sudah pasti kehidupan mereka akan bertambah sulit.

Kemudian alasan lainnya adalah banyaknya terdapat pengangguran terselubung atau setengah pengangguran di Indonesia.Menurut LIPI,orang-orang dengan jam kerja kurang dari 35 jam perminggu disebut sebagai setengah pengangguran.LIPI mencatat tingkat warga yang termasuk setengah pengangguran terus meningkat dalam lima tahun terakhir.Dari 29,64 juta pada tahun 2005 menjadi 32,8 juta pada 2010.Kemungkinan pada tahun 2011 angka setengah pengangguran meningkat pada angka 34,32 juta orang.Masalahnya adalah ,orang-orang dengan jam kerja di bawah standar dengan tingkat upah yang sangat minim seperti ini justru tidak dikategorikan sebagai pengangguran oleh pemerintah.Jadi angka pengangguran yang menembus 9,25 juta jiwa pada 2011 lalu mungkin belum merupakan jumlah riil dari total pengangguran yang sebenarnya ada di Indonesia.Bahkan buruh dengan upah minimum dan jam kerja yang di bawah standar yang seharusnyapun,sebenarnya masih merupakan pengangguran,namun terselubung.Penyederhanaan seperti ini justru membawa kita pada bias yang salah .

Selain itu, faktor kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja,menyebabkan banyak para pencari kerja kehilangan informasi tentang lowongan pekerjaan.Hal ini yang coba diatasi Kemenakertrans dengan menggandeng Kemenkominfo dalam menyebar informasi lowongan kerja kepada masyarakat,baik lewat media massa,institusi pendidikan,maupun pemerintah.

Alasan lainnya adalah terjadinya Pemutusan Hubungan Tenaga Kerja.Pemutusan Hubungan Tenaga Kerja (PHK) membuat ratusan bahkan ribuan pekerja yang tadinya memiliki penghasilan tetap,jadi kehilangan pekerjaannya sehingga pada akhirnya akan menambah jumlah pengangguran di Indonesia. Biasanya , tingkat PHK yang tinggi juga berkorelasi dengan instabilitas perekonomian Negara tersebut.Sebab industri besar yang akhirnya memutuskan untuk mem-PHK ratusan bahkan ribuan tenaga kerjanya ,jelas sedang berada dalam posisi yang sulit .Sehingga untuk tetap bertahan dan tidak collapse,maka mereka terpaksa memangkas pengeluaran sebesar mungkin, salah satunya dengan memangkas jumlah tenaga kerja.

Masalah pengangguran akan menimbulkan dampak yang negatif bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Dampak negatif dari pengangguran adalah kian beragamnya tindakan kriminal, makin banyaknya jumlah anak jalanan, pengemis, pengamen perdagangan anak dan sebagainya sudah menjadi patologi sosial atau kuman penyakit sosial yang menyebar bagaikan virus yang sulit di berantas. Penyakit sosial ini sangat berbahaya dan menghasilkan korban-korban sosial yang tidak bernilai. Menurunnya kualitas sumber daya manusia, tidak dihargainya martabat dan harga diri manusia yang merupakan korban sosial dari penyakit sosial. Oleh karena itu, persoalan pengangguran ini harus secepatnya di pecahkan dan dicari jalan keluarnya.

Salah satu cara yang realistis untuk menangani pengangguran dalam jangka pendek yakni dengan memberdayakan sektor informal yang padat karya sehingga mampu menyerap banyak tenaga kerja,serta menciptakan jiwa kewirausahaan bagi kaum muda sehingga akan bisa menciptakan pengusaha baru dan lapangan kerja baru di tengah-tengah masyarakat, di samping strategi jangka panjang seperti pemerataan pertumbuhan ekonomi di wilayah melalui kebijakan desentralisasi(otonomi daerah).Sektor informal dinilai sangat membantu menyerap orang-orang yang menganggur tetapi kreatif dan menjadi pereda gejolak pengangguran di tengah pasar global. Namun bukan berarti sektor formal di abaikan. Jika ternyata sektor informal ternyata dapat menjawab sebagian dari masalah pengangguran yang di hadapi bangsa ini, maka sudah waktunya sektor informal didukung oleh pemerintah dengan menyiapkan anggaran. Anggaran ini bisa digunakan untuk dijadikan modal pengembangan usaha ekonomis produktif bagi pekerja-pekerja informal serta bisa dijadikan modal untuk merintis usaha baru.

 

 

 

BAB V

PENUTUP

 

 

Kesimpulan

 

            Tenaga kerja merupakan “tulang punggung perekonomian” suatu negara. Tenaga kerja yang kompeten dan berdedikasi tinggi pada negara turut membangun perekonomian negara. Oleh karena itu, hak-hak para pekerja harus diperhatikan sedemikian rupa. Hal ini akan berpengaruh pada produktivitas dan kinerja mereka. Produktivitas pekerja yang meningkat akan berdampak pada kualitas produk yang dihasilkan. Hal ini tentunya juga akan meningkatkan profit suatu perusahaan. Kondisi inilah yang akan membawa angin segar bagi perekonomian negara.

Di Indonesia, masalah ketenagakerjaan nyatanya masih menjadi agenda penting bagi pemerintah dan pihak-pihak yang terkait. Adanya kasus demonstrasi yang dilakukan oleh buruh di Bekasi telah memperjelas bukti bahwa kelayakan hak-hak tenaga kerja kita masih terabaikan. UMR yang ditetapkan oleh PT. Apindo tidak sesuai dengan UMR yang ditetapkan oleh SK Gubernur. Hal ini jelas mengundang emosi buruh karena situasi ini makin mempersulit penghidupan mereka beserta keluarga.

Adanya demo yang dilakukan oleh segenap buruh di Bekasi berdampak pada kemacetan lalu lintas dan menghambat aktivitas ekonomi lainnya di Bekasi . Hal ini juga berdampak pada pengangguran yang akan semakin meningkat karena banyak pekerja yang mungkin akan mengundurkan diri. Penyebabnya adalah mereka merasa upah yang diterima tidak sesuai. Pengangguran yang tinggi sangat erat kaitanya dengan kemiskinan. Kondisi inilah yang akan memicu instabilitas perekonomian negara ini. Oleh karena itu, solusi-solusi nyata diperlukan dalam penyelesaian masalah ini.

 

Saran

 

Masalah ketenagakerjaan di Indonesia, khususnya terkait dengan kasus buruh di Bekasi memerlukan solusi-solusi yang nyata. Korelasi positif dan sinergitas di antara para buruh, perusahaan, dan pemerintah diharapkan dapat menyelesaikan masalah ini. Para pengusaha hendaknya melakukan pembinaan-pembinaan keterampilan kepada para buruh agar mereka memiliki kompetensi yang baik sebagai human capital. Para pengusaha harus menanamkan mind set  mereka bahwa para buruh ialah partner kerja yang juga berperan dalam memajukan perusahaan. Dengan demikian, upah yang diberikan kepada mereka dapat disesuaikan dengan kinerja dan produktivitas para buruh.

Selain itu, rezim upah minimum yang hanya menguntungkan pengusaha dan pemerintah harus dihentikan. Jika perusahaan diperhadapkan pada situasi ketika cadangan modalnya minim untuk membayar upah, perusahaan dapat menjual sedikit saham kepada karyawannya demi menambah modal dalam pembayaran upah buruh. Hal ini tentunya dilakukan untuk menghindari penekanan upah pada buruh yang semakin minim. Selain itu, pemerintah diharapkan dapat menjadi mediator yang adil untuk masalah buruh dengan pengusaha. Pemerintah hendaknya dapat membereskan seluruh hambatan birokrasi yang membebani perusahaan dan praktek-praktek korupsi. Adanya pemberian upah yang sesuai dapat meningkatkan semangat kerja dan memotivasi produktivitas para buruh. Pada akhirnya, para buruh mempunyai rasa dedikasi yang tinggi dalam memajukan perusahaan. pengangguran

CERITA INSPIRASI MPKMB 47

Posted by LAURA CITA FEBRIANTY on September 13, 2010 in akademik |
NAMA:LAURA CITA FEBRIANTY
NRP:H14100138
LASKAR:2

CERITA INSPIRASI 1

NILAI

  Suatu ketika, ada seorang kakek yang sedang berada di sebuah taman
kecil. Di dekatnya terdapat beberapa anak yang sedang bermain pasir,
membentuk lingkaran. Ia lalu menghampiri mereka, dan berkata: ….

    “Siapa yang mau uang Rp. 10.000!!” Semua anak itu berhenti bermain dan
 serempak mengacungkan tangan. Ia lalu berkata, “Kakek akan memberikan
uang, tapi, setelah kalian semua melihat ini dulu.” ……Kakek itu lalu
meremas-remas uang itu hingga lusuh. Di remasnya terus hingga beberapa
saat. Ia lalu kembali bertanya “Siapa yang masih mau dengan uang ini?
Anak-anak itu tetap bersemangat mengacungkan tangan…….“Tapi,… kalau
kakek injak bagaimana? “. Lalu, kakek itu malah menjatuhkan uang itu
ke tanah dan menginjaknya dengan sepatu. Di pijak dan di tekannya
keras-keras uang itu hingga kotor. Beberapa saat, Ia lalu mengambil
kembali uang itu. Dan ia kembali bertanya: “Siapa yang masih mau uang
ini?” Tetap saja…. Anak-anak itu tetap mengacungkan jari mereka….

   Teman-teman, kita belajar sesuatu yang sangat berharga dari cerita itu.
Apapun yang dilakukan oleh si Kakek, semua anak akan tetap menginginkan
uang itu, sebab, tindakan itu tak akan mengurangi nilai dari uang yang
di hadiahkan. Uang itu tetap berharga Rp. 10.000

   Seringkali, dalam hidup ini, kita merasa lusuh, kotor, tertekan,
terinjak, tak kuasa, atas segala keputusan yang telah kita ambil. Kita
juga kerap mengeluh atas semua ujian yang di berikan-Nya. Kita
seringkali merasa tak berguna, tak berharga di mata orang lain. Kita
merasa di sepelekan, di-acuhkan dan tak dipedulikan oleh keluarga,
teman, bahkan oleh lingkungan kita. Namun, percayalah, apapun yang
terjadi, atau “bakal terjadi”, kita tak akan pernah kehilangan nilai
kita di mata Allah. Bagi-Nya, lusuh, kotor, tertekan, ternoda, selalu
ada saat untuk ampunan dan maaf. Kita tetap tak ternilai di mata
Allah….Nilai dari diri kita, tidak timbul dari apa yang kita sandang,
atau dari apa yang kita dapat. Nilai diri kita, akan dinilai dari
seberapa jauh kita menghargai diri sendiri. …

CERITA INSPIRASI 2

DONT JUDGE A BOOK BY ITS COVER..

   Judul di atas pastinya sudah melekat erat sekali di telinga
kita..memang benar bahwa,jangan pernah menilai seseorang dari sampul
luarnya saja.Belum tentu indah dipandang dari luar,indah pula dari
dalam....
    Beberapa hari yang lalu,saya membuka e-mail saya dan menemukan pesan
yang berbunyi demikian,dari seorang sahabat....

"Rumah indah hanya kemasan,
Keluaga bahagia itu isinya..

Pesta pernikahan hanya kemasan,
Cinta,pengetian,dan tanggung jawab itu isinya..

Ranjang mewah hanya kemasan,
Tidur nyenyak itu isinya..

Makan enak hanya kemasan,
Gizi dan energi itu isinya..

Kecantikan dan pakaian hanya kemasan,
Kepribadian itu isinya..

Bicara hanya kemasan,
Kerja nyata itu isinya..

Buku hanya kemasan,
Pengetahuan itu isinya...

Jabatan hanya kemasan..
Pelayanan dan pengabdian itu isinya.."

  Demikianlah sesungguhnya,kualitas jauh lebih penting daripada kemasan..
Namun,bukan berarti tampilan kemasannya diabaikan begitu saja..
Bukankah lebih baik indah dilihat dan berkualitas saat digunakan???
Jadilah pribadi yang berdaya guna,berhasil guna,dan berkepribadian demi
nusa,bangsa,dan tanah air kita tercinta,Indonesia....
^^

Copyright © 2010-2015 laura.febrianty10's blog All rights reserved.
This site is using the Desk Mess Mirrored theme, v2.3, from BuyNowShop.com.